PALEMBANG - Lalulintas kendaraan di Jembatan Ampera macet, Selasa (9/10) pukul 09.30 akibat motor Suzuki Thunder hitam
bertabrakan dengan angkot Plaju BG 1806 MF. Tidak ada korban jiwa dalam
insiden itu, tetapi terjadi perdebatan sengit antara pengendara motor
dengan sopir angkot.
Sekaligus cerita lucu dompet hilang.
Seusai tabrakan, dibantu pengendara yang melintas, motor Thunder itu dinaikkan ke atas trotoar Ampar. Mobil angkot juga. Kedua pihak bertemu disaksikan sejumlah pengendara yang mampir dan warga yang melintas, termasuk Tribun Sumsel.
Pengendara motor ngotot minta ganti rugi karena motornya rusak pada bagian depan. Dia juga mengalami luka di kaki. Namun sopir angkot meyakini tidak bersalah.
"Salah kau, ngapo ngerem mendadak," kata pengendara motor itu.
"Kau yang numbur, ngapo aku yang salah," timpal sopir angkot.
Penonton ikut meramaikan suasana. Ada seorang pemuda berbadan besar sempat mendorong kernet mobil angkot. Yang lainnya usul agar masalah itu diselesaikan oleh polisi.
Pengendara motor itu setuju, sopir angkot juga tak keberatan. Masalahnya, ketika dua personel polantas datang menanyakan surat kelengkapan berkendara, seperti SIM dan STNK, ternyata dompet pengendara motor itu hilang ketika jatuh kena tabrak tadi.
"Nah, dompet aku ilang. Tadi ado, yo, kan pak, ilang dompe aku," katanya minta dukungan dari seorang bapak yang menyaksikan kecelakaan itu sedari awal.
Motor dan mobil dibawa ke pos polisi. Jadilah sekarang pengendara motor yang baru pulang dagang ikan di Pasar Jakabaring itu kelimpungan menjelaskan masalahnya pada polisi, sementara sopir angkot senyum-senyum. Tahu sendiri, kan, bagaimana berurusan dengan polantas?
Seusai tabrakan, dibantu pengendara yang melintas, motor Thunder itu dinaikkan ke atas trotoar Ampar. Mobil angkot juga. Kedua pihak bertemu disaksikan sejumlah pengendara yang mampir dan warga yang melintas, termasuk Tribun Sumsel.
Pengendara motor ngotot minta ganti rugi karena motornya rusak pada bagian depan. Dia juga mengalami luka di kaki. Namun sopir angkot meyakini tidak bersalah.
"Salah kau, ngapo ngerem mendadak," kata pengendara motor itu.
"Kau yang numbur, ngapo aku yang salah," timpal sopir angkot.
Penonton ikut meramaikan suasana. Ada seorang pemuda berbadan besar sempat mendorong kernet mobil angkot. Yang lainnya usul agar masalah itu diselesaikan oleh polisi.
Pengendara motor itu setuju, sopir angkot juga tak keberatan. Masalahnya, ketika dua personel polantas datang menanyakan surat kelengkapan berkendara, seperti SIM dan STNK, ternyata dompet pengendara motor itu hilang ketika jatuh kena tabrak tadi.
"Nah, dompet aku ilang. Tadi ado, yo, kan pak, ilang dompe aku," katanya minta dukungan dari seorang bapak yang menyaksikan kecelakaan itu sedari awal.
Motor dan mobil dibawa ke pos polisi. Jadilah sekarang pengendara motor yang baru pulang dagang ikan di Pasar Jakabaring itu kelimpungan menjelaskan masalahnya pada polisi, sementara sopir angkot senyum-senyum. Tahu sendiri, kan, bagaimana berurusan dengan polantas?