CIKEUSAL – Pembangunan jembatan Gandayasa baru dimulai. Pengerjaan
proyek APBD Kabupaten Serang 2012 ini dikabarkan molor beberapa bulan
lantaran dalam perencanaan, jembatan penghubung Desa Gandayasa dengan
Mongpok di Kecamatan Cikeusal ini sedianya dilaksanakan pada Juni lalu.
Pantauan Radar Banten di lokasi pengerjaan, para tukang bangunan tengah membuat jembatan darurat dari bambu, tepat di samping jembatan lama yang rusak berat selama dua tahun.
Di sekitar lokasi pembangunan jembatan Gandayasa di atas saluran irigasi induk timur Pamarayan, papan proyek tidak terpasang.
Anak-anak pelajar sekolah dasar (SD) dan warga sekitar melihat pengerjaan jembatan darurat itu dari atas jembatan lama yang rusak. Sekira 10 menit kemudian, anak-anak SD itu mandi di saluran irigasi. “Sebelum jembatan itu dibangun, kami membuat jembatan darurat terlebih dahulu untuk perlintasan anak-anak sekolah,” kata Madsaleh, pengawas lapangan proyek, di lokasi pembangunan jembatan, Senin (1/10).
Madsaleh mengakui, pengerjaan jembatan Gandayasa seharusnya dilaksanakan Juni lalu. Namun, ia tidak mengetahui penyebab pengerjaan jembatan molor dari perencanaan. Demikian pula dengan papan nama yang tidak dipasang pelaksana proyek sehingga Madsaleh tidak mengetahui nilai anggaran pembangunan jembatan. “Saya warga Gandayasa, dan ditugaskan hanya mengawasi pelaksanaan pembangunan jembatan ini,” ujarnya.
Terpisah, Aktivis Forum Masyarakat Serang Selatan Yaya Hudaya Firdaus menyayangkan hal tersebut. Katanya, papan proyek tentang anggaran, pelaksana pembangunan, jadwal pembangunan, hingga konsultan proyek wajib dipasang. Dengan itu, masyarakat bisa mengawasi pelaksanaan pembangunan yang dibiayai oleh uang rakyat tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Serang Irawan Noor tidak bisa dihubungi melalui telepon selulernya lantaran tidak aktif.