Karena terjadi kemacetan arus lalu lintas yang cukup lama, perjalanan orang nomor dua di Polda Jatim itu terpaksa dialihkan melalui jalur selatan, masuk kota – Sugio hingga tembus jalan raya Jombang - Kedungpring.
Rekayasa arus ini terpaksa dilakukan petugas karena arus lalu lintas mecet terhalang badan truk gandeng yang melintang di tengah jalan dan tumpahan ratusan zak pupuk yang berserakan di badan jalan. Bahkan tinggal satu rua jalan yang tersisa di sisi utara.
”Kalau menunggu evakuasi truk dan tumpukan pupuk yang keleleran, tentu sangat menghambat perjalanan Wakapolda. Makanya kita ambil solusi perjalanan pak Wakapolda melalui jalan tengah tembus Kedungpring,”kata Kanit Laka Iptu Ari Bayu, kepada Surya Kamis.
Apalagi kunjungan Wakapolda ke Bojonegoro itu sangat urgen terkait dengan persiapan pengamanan Pemilukada di Bojonegoro, Sabtu (10/11/2012). Diungkapkan, seperti pengakuan pengemudi truk naas, Purnomo (26) warga Desa Banjarkedungmulyo, Jombang.
Pagi itu, truk gandeng bermuatan pupuk itu berjalan dari arah timur sekitar 60 Km perjam. Tiba – tiba ban belakang bagian kanan pecah. Dan mobil oleng tak terkendali hingga terguling dan badan truk melintang di tengah jalan memakan median beton jalan.
Selain posisi truk melintang, puluhan ton pupuk juga tumpah di tengah jalan hingga evakuasainya memakan waktu yang cukup lama. Saat petugas masih melakukan olah TKP itu, Wakapolda Jatim sedang perjalanan menuju Bojonegoro. Sampai rombongan Wakapolda masuk Lamongan, evakuasi belum juga klar, akhirnya rute perjalanannya ‘tekuk kiri’ dialihkan melalui jalan tengah, masuk kota – Sugio tembus Kedungpring.
Karena salah satu as truk juga patah, beberapa jam kemudian badan truk baru bisa dievakuasi. Perjalanan Wakapolda juga memakan waktu, lantaran begitu tembus mulut jalan Jombang, mobil rombongan harus kembali lagi ke utara masuk perempatan jalan Babat menuju Bojonegoro.