TANGERANG – Truk bermuatan gula kembali dirampok di KM 45
Jalan Tol Merak – Jakarta. Senin (24/12) petang. Kawanan perampok
bersenjata tajam menggasak 20 ton gula pasir senilai Rp 200 juta setelah
sebelumnya mengikat sopir dan kernet truk.
Roy,20, sopir truk dan Suhendri,17, kenek, ditemukan petugas Patroli
Jalan Raya (PJR) tergeletak di pinggir jalan KM 24 Tol Jakarta-Merak
dalam keadaan kedua tangan terikat dan wajah ditutup lakban. Kepada
petugas, kedua pemuda asal Lampung Tengah itu mengaku menjadi korban
perampokan ketika sedang berada di Rest Area KM 45 Tol Jakarta Merak.
Oleh petugas, sopir dan kernet truk pun dibawa ke Polsek Balaraja untuk
dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Informasi yang diperoleh, aksi perampokan truk bermuatan gula pasir
itu terjadi sekitar pukul 15,30. Truk dengan nopol BE 9290 BR yang
dikemudikan Roy hendak mengantar 20 ton gula pasir milik PT Gunung Madu
Plantations (GMP) dari Lampung Tengah ke Jakarta. Karena sang sopir
merasa lelah, Roy bersama kernetnya pun berhenti di Rest Area KM 45 Tol
Jakarta Merak. Ketika tengah beristirahat, tiba-tiba seorang pelaku
datang menghampiri Roy yang mengaku mengenal Pi’i, kakak supir.
“Eh kamu adik si Pi’i ya, saya kenal sama kakakmu,” ucap korban meniru ucapan pelaku.
Karena mengaku kenal dengan kakak korban, Roy pun akhirnya mengobrol
dengan pelaku. Dalam obrolan tersebut, pelaku mengatakan hendak bertemu
temannya sebelum pintu tol Kedaton, Cikupa, Kabupaten Tangerang dan
berniat menumpang truk yang dikemudikan korban. Sopir truk pun akhirnya
memperbolehkan pelaku menumpangi truknya.
Namun setelah diantar, tiba-tiba teman pelaku yang sudah menunggu itu
naik ke pintu sopir dan menodongkan senjata tajam. Oleh kedua pelaku,
tangan dan kedua kaki sopir dan kernet truk kemudian diikat dan wajahnya
dilakban. Kedua korban pun akhirnya dibuang pelaku di pinggir jalan.
“Kami ketakutan, pelaku mengancam akan menghabisi kami berdua jika
melawan atau teriak,” ujar Roy ketika ditemui di Polsek Balaraja,
Kabupaten Tangerang.
Kanit Reskrim Polsek Balaraja, Ipda Lily ILhana Feryanto, mengatakan,
setelah dilakukan olah TKP, aksi perampokan tersebut bukan berada di
wilayah hukumnya, melainkan wilayah hukum Polsek Cikupa. Setelah
dimintai keterangan, pihaknya pun akan melimpahkan kasus perampokan truk
gula pasir milik PT Gunung Madu Plantations (GMP) ke Polsek Cikupa.
“Setelah di cek, lokasi perampokan berada di wilayah hukum Polsek
Cikupa. Kasus ini pun akan kami limpahkan ke sana,” ungkap Lily.
Kasus perampokan truk gula pasir merupakan kali ketiga terjadi di
Jalan Tol Merak Jakarta. Pada bulan Agustus 2012, dalam sepekan terjadi
dua kali perampokan truk gula pasir dan sudah meresahkan para supir truk
yang membawa muatan barang terutama gula pasir. Polres Kota Tangerang
pun belum berhasil membekuk pelaku yang saat ini masih berkeliaran.
Aksi perampokan pertama menimpa Ridwan,40, supir truk, dan Rustam,35,
kernetnya. Setelah mengikat keduanya, kawanan pelaku menggasak truk
berisi 18 ton gula pasir yang dibawanya dirampok ketika melintas KM 38
Tol Merak-Jakarta, Desa Telaga Sari, Balaraja, Kabupaten Tangerang.
Kamis (2/8) lalu.
Berselang sepekan, kawanan perampok di jalan tol kembali beraksi.
Kali ini truk gandeng bernopol H 1888 AA bermuatan 40 ton gula pasir
senilai Rp 400 juta digasak perampok ketika sedang beristirahat di Rest
Area Karang Tengah, Cipondoh, Kota Tangerang. Rabu (8/8) malam.
Samsuri,45, dan Mustari,40, kernet, dalam keadaan terikat, pelaku
membuang supir dan kernet di KM 26 Tol Jagorawi, Bogor, Jawa Barat.