Selama proses tersebut, pihaknya akan
memberlakukan penutupan arus kendaraan dari dua arah Bogor dan Cianjur
sehingga pengguna jalan dari kedua arah tersebut diarahkan untuk
mengambil jalur alternatif Sukabumi-Jonggol.
"Kami akan upayakan secepatnya jalur ini dapat dilalui kembali, meskipun satu jalur. Namun untuk melakukan proses menyingkirkan material longsor diperkirakan memakan waktu selama dua hari," katanya di Cianjur, Rabu (9/1/2013).
Dia mengimbau pengguna jalan yang akan mengunakan jalur Puncak dengan tujuan Cipanas, Cianjur, Bandung dan seterusnya, untuk menggunakan jalur alternatif Sukabumi-Jonggol, atau Puncak II.
"Saat ini, hingga dua hari ke depan, kami akan melakukan penutupan di beberapa titik karena jalur Puncak akan ditutup untuk kendaraan, selama proses menyingkirkan material longsor berlangsung," katanya.
Diberitakan sebelumnya, lintasan Jalan Raya Puncak, tepatnya di jalur Cianjur menuju Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/1/2012) sore terputus. Hal ini disebabkan longsor yang terjadi di depan Hotel Bukit Indah.
Hingga kini material longsor yang menutup jalan selebar enam meter itu masih belum bisa disingkirkan. Akibatnya, jalur tersebut belum bisa dilalui kendaraan, walaupun untuk sepeda motor.
"Kami akan upayakan secepatnya jalur ini dapat dilalui kembali, meskipun satu jalur. Namun untuk melakukan proses menyingkirkan material longsor diperkirakan memakan waktu selama dua hari," katanya di Cianjur, Rabu (9/1/2013).
Dia mengimbau pengguna jalan yang akan mengunakan jalur Puncak dengan tujuan Cipanas, Cianjur, Bandung dan seterusnya, untuk menggunakan jalur alternatif Sukabumi-Jonggol, atau Puncak II.
"Saat ini, hingga dua hari ke depan, kami akan melakukan penutupan di beberapa titik karena jalur Puncak akan ditutup untuk kendaraan, selama proses menyingkirkan material longsor berlangsung," katanya.
Diberitakan sebelumnya, lintasan Jalan Raya Puncak, tepatnya di jalur Cianjur menuju Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/1/2012) sore terputus. Hal ini disebabkan longsor yang terjadi di depan Hotel Bukit Indah.
Hingga kini material longsor yang menutup jalan selebar enam meter itu masih belum bisa disingkirkan. Akibatnya, jalur tersebut belum bisa dilalui kendaraan, walaupun untuk sepeda motor.