Ponorogo - Semakin banyaknya titik longsor dari tebing di sepanjang jalur Desa Wates dan Tuguhrejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo hingga Kecamatan Arjosari, Kabupaten Ponorogo membuat warga sekitar meminta kepada pemerintah untuk menyiagakan petugas dan alat berat di lokasi longsor. Hal ini, untuk memudahkan proses evakuasi jika terjadi longsor mendadak di sepanjang jalur itu.
Desakan itu, salah satunya disampaikan warga Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Harjito (50). Menurutnya, harus disiagakan minimal 2 alat berat yang dapat bekerja dan dioperasionalkan setiap saat jika longsor terjadi di sepanjang jalur rawan longsor Ponorogo - Pacitan ini.
"Kami minta alat berat yang biasa digunakan evakuasi longsor disiagakan dan stand by di sepanjang jalur rawang longsor agar sewaktu-waktu terjadi longsor tidak menunggu terlalu lama. Jika longsor menutup jalan, jalur Ponorogo - Pacitan tidak macet," terangnya, Minggu (20/1/2013).
Sementara, Pengawas Jalan wilayah Ponorogo, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Propinsi Jawa Timur di Madiun, Kardono menegaskan jika jalur Ponorogo - Pacitan mulai Kecamatan Slahung hingga Kecamatan Arjosari tanahnya labil, mudah retak, dan setiap turun hujan dipastikan akan terjadi longsor baik dalam skala kecil maupun besar. Menurutnya, di sepanjang jalur Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo hingga Desa Borang, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan sudah disiagakan 2 alat berat yang siap membantu proses evakuasi jika terjadi longsor.
"Kami sudah stand by kan alat berat itu. Setiap ada laporan longsor di Slahung, Tegalombo, maupun Arjosari, tim pengamat jalan kami selalu turun ke lokasi untuk mempercepat evakuasi tanah longsor agar jalan tidak macet," tandasnya.