Waspadai Jalur Ponorogo-Pacitan Rawan Longsor

16:52

Longsor.JPG
Ponorogo - Para pengguna jalan di sepanjang jalur propinsi antara Kabupaten Ponorogo menuju Kabupaten Pacitan diminta untuk waspada. Ini menyusul adanya puluhan titik longsor di jalur sepanjang Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo menuju Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan itu. Meski longsor tidak sampai menutup ruas jalan, akan tetapi lumpur longsor, bebatuan, serta pohon yang tumbang bisa menimpa para pengguna jalan dari atas tebing. Oleh karenanya, para pengguna jalan diminta untuk tetap mewaspadai lokasi rawan longsor itu.

Salah satunya lokasi longsor di tebing di Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan. Meski longsor tidak terlalu besar, akan tetapi lumpur dan bebatuan yang meluber ke jalan raya dapat membahayakan pengguna jalan. Apalagi, selama perjalanan di jalur Ponorogo - Pacitan ini, para pengemudi kendaraan roda 2 maupun roda 4 berkonsentrasi ke depan untuk melihat puluhan tikungan tajam. Sehingga, saat hujan turun mereka bisa lalai, jika ancaman longsor bisa mengancam jiwa mereka setiap saat dari atas tebing itu.

Salah seorang warga Desa Kebondalem, Kecamatan Arjosari, Wasono (40) yang melintas di jalur rawan longsor ini mengatakan titik longsor di sepanjang jalur mulai masuk Pacitan di Kecamatan Tegalombo hingga Kecamatan Arjosari ada puluhan titik longsor. Hal ini disebabkan kondisi tanah yang masih labil. Jika di musim kemarau tanah mengalami retak-retak dan saat musim penghujan mudah ambrol jika diterjang hujan deras berjam-jam.

"Meskipun longsor tidak parah karena puing-puing material tidak banyak, hanya sekitar 10 kubik ke atas dan tidak menutup badan jalan, tetapi ini tetap membahayakan. Apalagi jika terjadi malam hari. Minimnya penerangan bisa membut pengguna jalan terperangkap material tebing," terangnya kepada Surya, Minggu (20/1/2013).

Hal senada diungkapkan Harjito (50) warga Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. Menurutnya, tebing longsor di tepian jalan dari Desa Wates dan Tuguhrejo, Kecamatan Slahung hingga menuju Kecamatan Arjosari, mencapai puluhan titik. Kendati, longsor tidak menutup jalan, tetapi drainase sepanjang jalur Ponorogo-Pacitan tertutup lumpur sehingga air bercampur kerikil hanyut ke badan jalan dapat membahayakan pengguna jalan.

"Bisa jadi pengguna jalan tergelincir lumpur atau bebatuan yang ambrol dari tebing ke atas aspal," tegasnya. Sementara, Kasi Jalan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Propinsi Jatim di Madiun, Marijatul Kittijah menegaskan selalu ada petugas yang stand by di wilayah lokasi rawan longsor tersebut. Menurutya, lokasi longsor sudah dikeruk menggunakan alat berat.

"Kami selalu siagakan petugas pengamat jalan disana. Untuk lumpur longsor yang kemarin sudah kami tangani. Jika ada longsor lagi maka petugas yang bersangkutan akan langsung menuju lokasi untuk melaksanakan penanganan," tandasnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »