JAKARTA - Razia sekaligus sosialisasi yang dilakukan Dishub DKI mengenai seragam dan kartu identitas para sopir angkot mendapat dukungan penuh dari Ditlantas Polda Metro Jaya.
Ditlantas pun turut membantu dengan menindak angkutan kota yang membawa penumpang melebihi kapasitas.
Hal ini disampaikan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Dwi Sigit Nurmantyas.
Sigit mengatakan, saat ini memang masih banyak sopir angkot yang tidak memiliki identitas yang jelas alias sopir tembak.
Razia tersebut dinilai dapat mengurangi tindak kriminal dalam angkutan umum yang banyak dilakukan para sopir tembak.
Razia tersebut dinilai dapat mengurangi tindak kriminal dalam angkutan umum yang banyak dilakukan para sopir tembak.
"Razia identitas sopir angkot yang dilakukan Dishub DKI tentu kita dukung. Saat ini masih banyak sopir yang identitasnya tidak jelas," ujar Dwi, Rabu (23/11/2011).
Bentuk dukungan yang diberikan pihaknya, kata dia, dapat dilihat saat anggotanya menindak para sopir angkot yang membawa penumpang lebih dari kapasitas.
"Misalnya bawa suporter bola. Sampai naik-naik ke atap kendaraan, itu berbahaya. Sopirnya harus tanggung jawab karena itu membahayakan penumpang," ucapnya.
"Misalnya bawa suporter bola. Sampai naik-naik ke atap kendaraan, itu berbahaya. Sopirnya harus tanggung jawab karena itu membahayakan penumpang," ucapnya.
Dwi pun menjelaskan jika menemukan sopir yang nekat membawa penumpang seperti itu, maka sopir tersebut akan ditahan sementara selama satu minggu.
Seperti diberitakan, Rabu (23/11/2011) ini Dishub DKI menggelar razia ke sejumlah terminal di lima wilayah Jakarta.
Razia itu memeriksa kartu identitas sopir angkot dan memakai seragam atau tidak. Razia ini dilakukan untuk menekan angka kriminalitas yang kerap menimpa warga, terutama kaum perempuan, saat menaiki angkot.