CILACAP - Jalan nasional yang menghubungkan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, tepatnya di Desa Tayem Timur, Karangpucung, Cilacap, ambles. "Jalan yang ambles di kilometer 58, Jalan Wangon-Majenang," kata Edi Gunawan, Kepala Balai Pelaksana Teknis Dinas Bina Marga Jawa Tengah Wilayah Cilacap, kemarin.
Panjang badan jalan yang ambles akibat hujan lebat itu mencapai 20 meter, dengan kedalaman 25 meter. Menurut Edi, jalan itu pernah ambles pada akhir 2010. Rute Wangon-Banjarpatroman (Jawa Barat) memang rawan tanah longsor dan mudah ambles. Topografi jalan yang berkelok-kelok dan berada di tengah perbukitan sering menyebabkan tanah longsor saat hujan.
Pada 2008, tanah longsor pernah terjadi di tiga titik di sepanjang jalan itu, dan ketiganya terletak di Kecamatan Karangpucung.
Selain itu, penghubung jalur selatan dengan pantai utara di Desa Ciregol, Tunjung, juga belum kembali normal. "Pasca perbaikan, jalan di Ciregol, yang menghubungkan Purwokerto-Tegal, belum kembali normal," kata Edi. Dia khawatir, jika hujan terus turun, jalur itu bisa ambles lagi karena tanahnya labil. Jalan itu merupakan jalan terpendek dari Purwokerto menuju Jakarta.
Akibat amblesnya jalur jalan itu, menurut Abduh Hoesni, 34 tahun, warga Purwokerto yang hendak pergi ke Bandung, antrean kendaraan di Majenang cukup panjang. "Antreannya panjang banget, " kata dia. Selain itu, hujan lebat cukup mengganggu perjalanan.
Kerusakan jalan nasional di jalur Pantura bagian barat, dari Kabupaten Brebes hingga Tegal, dikeluhkan masyarakat. "Ini sangat merepotkan, belum lagi dampak kerusakan yang bisa menimbulkan kecelakaan," kata Harvinato, pengguna jalur itu, kemarin.
Sepanjang perjalanan dari Losari hingga Kota Tegal, terdapat puluhan titik jalan berlubang sedalam 10 hingga 30 sentimeter. Kondisi terparah ditemukan di pertigaan pintu masuk tol Pejagan, jalan masuk Kota Tegal di Margadana, jalanan jembatan, dan di sepanjang jalan Tanjung, Bulakamba, Wanasari, serta Brebes kota.
Sayangnya, pemerintah belum mampu memperbaiki kerusakan itu. "Kami tak bisa melakukan pembangunan kalau kondisinya hujan," kata Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Balai Pelaksana Bina Marga Tegal Fatoni Aziz.
Suber ; NTMC