Mengantisipasi hal itu jajaran pemkot setempat melakukan pendataan terhadap pohon tua dan rawan tumbang.
“Tak hanya melakukan pendataan saja tapi sejumlah pohon tua yang rawan roboh atau tumbang terpaksa ditebang atau dipangkas petugas di lapangan,” kata Kepala Bidang Konservasi dan Sumber Daya Alam pada Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Tangsel M. Isa.
Menurut nya untuk memudahkan pemantauan dan pendataan jajarannya memberikan label ke ribuan pohon yang ada di wilayah Tangsel khususnya pohon yang sudah cukup tua dan rawan tumbang sehingga memudahkan petugas untuk menebang serta memangkasnya.
Sebetulnya tak ada pohon tua yang rawan tumbang di wilayah ini karena sebagian besar pohon tua dan rawan tumbang sudah ditebang untuk pelebaran jalan yang ada. Bahkan, jajaranya baru menanam sekitar 24 ribu batang pohon jenis peneduh dan produktif dengan usia relative muda serta tak bakal tumbang.
Seluruh pohon yang ditanam tersebut, tambah dia, tahun 2012 ini direncanakan akan dipasang label dan nama serta jenis pohon tersebut untuk memudahkan inventaris serta jumlah pohon yang ditanaman di sejumlah titik lokasi yang ada.
“Label akan ditulis nama pohon, nomor seri pohon, dan nama latin dari pohon serta BLHD Kota Tangerang Selatan sebagai pihak yang memberikan tanda,” katanya.
Sekarang ini di Tangsel terdapat ribuan batang pohon yang rata-rata berukuran 120 sentimeter dan bersifat sebagai perindang di antaranya mahoni, trembesi, angsana, tanjung, dan tabebula. Untuk pohon produktif terdiri dari jenis mangga, jambu jamaika, sawo, asem, dan rambutan. “Adanya label di batang pohon itu nantinya setiap orang atau institusi tak seenaknya menebang pohon yang ada,” tuturnya.
Ditambahkan, Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) setempat, Nur Slamet, pihaknya belum merencanakan untuk memangkas pepohonan yang berada di pinggir jalan. Lantaran sampai saat ini masih dilakukan inventarisasi sekaligus monitoring terhadap kondisi pepohonan, khususnya di sepanjang ruas jalan utama yang mudah tumbang bila diterpa angin kencang setiap hujan deras tiba.
“Belum ada rencana memangkas, karena kita masih melakukan monitoring. Khususnya pohon yang sudah berusia tua di jalan-jalan utama seperti Raya Serpong, Graha Raya, Bintaro,” ucapnya.