Angkot & Pedagang Kaki- Perparah Kemacetan

11:43
Bogor-Masalah pedagang Kaki-5 tidak akan pernah habis dibahas. Selain menggangu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan juga mempersempit ruas jalan sekitar. Oleh karena itu perlu adanya penataan dan pembinaan termasuk menjamurnya kembali pedagang Kaki-5 di Pasar Ciawi.

“Masalah pedagang Kaki-5 bukanlah momok yang membebani, bagaimanapun mereka berperan dalam perekonomian bagi pendapatan daerah. Namun keberadaan mereka yang perlu ditata dan dibenahi. Sampai saat ini kita tak punya lahan buat menampung Kaki-5 di Pasar Ciawi. Solusi sementara ini mereka berdagang di luar jam sibuk dan itu tugasnya Satpol PP untuk mengawasinya,” ujar Bupati Bogor Rahmat Yasin.

Menurut Bupati, relokasi merupakan salah satu solusi mengatasi masalah Kaki-5. Namun, harus berdasarkan desain kelayakan. Apakah lokasinya tepat atau tidak.

“Nah, soal lokasi inilah yang sedang kita bahas selain itu diperlukan pendekatan yang kondusif agar pedagang Kaki-5 mau pindah,” katanya.

Dari pantauan di lapangan, banyak warga yang berjalan kaki di bahu jalan sekitar Simpang Ciawi karena trotoar mayoritas telah digunakan untuk lapak berjualan sehingga arus lalu lintas tersendat.

Tak hanya itu, banyaknya angkot yang ngetem di sembarang tempat membuat kemacetan kian parah. Sebagian pedagang Kaki-5 masih tetap menggelar lapak di trotoar di sekitar taman pada jam-jam sibuk.

Mereka mengaku akan tetap berdagang di kawasan itu, meski Satpol PP bakal membongkar lapaknya.

“Kita kan pindah jika disediakan lahan buat kami,” ujar Jaya, salah satu pedagang.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »