JAKARTA - Persiapan penanganan korban jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet (SSJ) 100 yang terjadi di Gunung Salak Satu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilakukan Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Seperti diungkapkan Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Agus Prayitno di Kamar Jenazah RS Polri Kramat Jati, Jumat (11/5/2012) siang.
"Rumah sakit ini akan melaksanakan identifikasi korban. Kami sudah mempersiapkan ruang otopsi, bahkan kami sudah membangun tenda darurat untuk tempat otopsi," kata Brigjen Pol Agus kepada wartawan.
Dua buah tenda darurat yang terbuat dari terpal dibangun persis di depan kamar jenazah, di dalam setiap tenda terdapat dua meja lengkap dengan kipas angin untuk sirkulasi udara.
"Di masing-masing tenda nanti bisa dilakukan otopsi untuk dua jenazah. Dua tenda untuk empat jenazah," jelas Agus.
Lebih lanjut, RS Polri Kramat Jati yang memang menjadi rujukan rumah sakit untuk para korban hilangnya pesawat SSJ 100 pada Rabu (9/5/2012) lalu, juga menyediakan 16 lemari pendingin untuk menyimpan jenazah.
"Saat ini kami punya 6 legal untuk otopsi dan lebih kurang bisa menyimpan 50 jenazah yang akan dilakukan otopsi di sini," kata Karumkit.