TANJUNGREDEB - Setelah sempat mengalami penurunan secara drastis akibat diguyur hujan, kondisi badan jalan di Bujangga yang merupakan akses utama masyarakat tersebut akhirnya benar-benar ambruk dan terputus total, Kamis, (24/5/2012).
Untungnya saat kejadian tak ada kendaraan yang melintas, karena sejak semalam tepatnya pukul 23.00 Dinas Perhubungan memang menutup akses jalan bagi kendaraan roda 4 untuk bisa melewati wilayah tersebut, sehingga tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Amblasnya Jalan Bujangga tersebut terlihat cukup parah, dan memakan hampir seluruh badan jalan, sehingga tak akan mungkin kendaraan baik, roda 2 maupun roda 4 yang bisa melewatinya, bahkan longsoran tersebut sudah hampir mengancam rumah warga yang berada di sisinya.
Amblasnya badan jalan itu langsung mengundang perhatian warga yang sejak pagi hari langsung memadati lokasi kejadian. Banyak diantara mereka yang mengaitkan musibah ini dengan robohnya turap penahan air sungai yang terjadi pada ruas Jalan Marsma Iswahyudi setahun lalu. Apalagi di lokasi ini juga tengah dilakukan pemasangan turap sebagai kelanjutan dari proyek Pemerintah Kabupaten yang kali ini menelan biaya sekitar Rp 28 miliar, oleh sebab itu banyak yang mengaitkan peristiwa ini dengan turap jilid 2.
Salah seorang saksi mata yang rumahnya kebetulan berdekatan dengan lokasi, Artati menyebutkan peristiwa ini terjadi sekitar pukl 03.30 dimana saat itu ia dan keluarganya tengah tertidur pulas.
Tiba-tiba ia dikejutkan dengan munculnya suara gemuruh dari depan rumahnya yang kemudian diikuti dengan suara patahan yang diduga berasal dari pengikat turap yang dipasang tepat di lokasi kejadian.