JAKARTA - Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Daryatmo mengatakan sejumlah kendala menghambat proses evakuasi sehingga belum tentu evakuasi itu bisa selesai hari ini. Tim evakuasi perlu waktu lebih lama untuk menyelesaikan evakuasi korban yang jatuh bersama pesawat Sukhoi Superjet 199.
"Saya tidak menjamin hari ini selesai, paling tidak hari ini kami mencapai track side sehingga kami bisa memberikan gambaran jelas," ujarnya kepada wartawan di terminal kedatangan Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat (11/5/2012).
Faktor Cuaca dan kondisi geografis daerah menjadi kendala yang dihadapi timnya untuk mencapai lokasi jatuhnya pesawat berpenumpang 45 orang tersebut.
"Helikopter ini pun kita juga masih kesulitan. Kita harapkan helikopter medium yang bisa untuk melakukan manuver di pegunungan," ujarnya.
Untuk mempermudah jalannya evakuasi, petugas gabungan dari Basarnas, TNI, Marinir, dan Kepolisian telah membuat landasan helikopter di Cijeruk, area terdekat dengan lokasi jatuhnya Sukhoi. Namun, landasan ini belum bisa digunakan karena evakuasi belum berlangsung.
Daryatmo melanjutkan, seluruh pihak telah siaga di pos masing-masing. Jika suatu saat dibutuhkan, pihak-pihak tersebut akan berkoordinasi lebih lanjut. "Helikopter Puma menunggu di Cijeruk, kemudian TNI menunggu di Sentul, TNI AU di Halim ada juga, helikopter polisi juga ada di Bogor," ujarnya.