Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Reni Astuti, mengaku ragu kalau jalur sepeda di tengah kota yang akan diterapkan di Surabaya bisa berjalan sukses. Pasalnya, sampai saat ini, Pemkot Surabaya belum memiliki masterplan moda transportasi.
Menurut Reni, jalur sepeda di tengah kota itu akan tumpang tindih dengan pembangunan transportasi massal. Bahkan dirinya tidak tahu, nantinya, jalur sepeda tersebut apa terintegrasi dengan pembangunan moda transportasi lain.
Reni menilai, sebelum jalur sepeda diterapkan, Pemkot membenahi dulu parkir di tepi jalan protokol baik dari sisi keamanannya maupun perawatannya.
"Jangan sampai gagal seperti halnya di Jakarta. Untuk itu, perlu dipikirkan kembali sebelum benar-benar diterapkan," ujar Reni, Senin (21/05/2012).
Jalur khusus sepeda sesuai rencana akan direalisasikan tahun ini. Dinas perhubungan Surabaya, 31 Mei ini akan meresmikan jalur khusus sepeda ini bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Surabaya ke 719. Jalur khusus sepeda melewati rute jalan Basuki Rahmat-Urip Sumoharjo-Panglima Sudirman dan Jalan Raya Darmo.
Pembuatan jalur sepeda selebar 1,5 m dari bahu jalan telah memasuki finalisasi. Permukaan jalan yang akan digunakan untuk rute telah di aspal. Hanya saja pengaspalan yang menunjukkan tanda jalur sepeda tersebut bentuknya putus-putus, tanpa penyekat dengan jalur moda transportasi lain.
Dinas Perhubungan Surabaya juga sudah menyiapkan tempat parkir sepeda di 10 titik yang ada di tepi ruas jalan protokol. Di antaranya Taman Bungkul, Grahadi dan Bambu Runcing