JAKARTA – Jakarta ibu kota negara
masih dihiasi kondisi jalan rusak dan bolong-bolong. Direktur Masyarakat
Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto meminta
Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta mempercepat proses penambalan
jalan berlubang di Jakarta. Sebab, Jakarta tidak sama dengan daerah
lain.
Menurutnya, di Jakarta jalan sedikit rusak saja sangat dikeluhkan dan
mengganggu. Apalagi di sebuah ibukota yang merupakan etalase negara.
Jalan-jalan di ibukota tidak dapat dibenarkan mengalami kerusakan
terlalu lama. “Petugas pemeliharaan jalan harus cepat merespons keluhan
masyarakat,” ujarnya.
Sugiyanto menandaskan, jalan di Jakarta juga kerap dihiasi penutup
saluran air berukuran besar. Letak penutup saluran itu berada di bagian
tengah badan jalan. Akhirnya, banyak terjadi kecelakaan yang dipicu
keberadaan lubang dan penutup saluran air rusak serta bergelombang.
“Penutup saluran air itu terbuat dari beton. Namun, sebagian beton itu
rusak dan membuat lubang,” tuturnya.
Sebagaimana yang bisa disaksikan, banyak jalan di Jakarta yang rusak.
Salah satunya Jl Benda Ujung, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tepatnya
di depan Puskesmas Cilandak Timur, yang kondisinya bergelombang dan
berlubang. Sudah sekitar tiga bulan, kondisi jalan tersebut rusak.
Akibatnya, banyak pengguna kendaraan, khususnya roda dua terjatuh
lantaran berusaha menghindari lubang, terutama saat malam hari.
Menanggapi hal ini, Kepala Seksi (Kasie) Pemeliharaan Sudin PU Jalan
Jakarta Selatan, Made Sasmita mengatakan, pihaknya sering menambal jalan
tersebut. Namun, akibat genangan, aspal jalan itu mudah terkikis. “Kami
segera kerahkan tim untuk memperbaikinya. Yang penting segera
dilaporkan, pasti kami tindaklanjuti,” tandasnya.