JAKARTA - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro menilai masyarakat antusias dengan diberlakukannya contra flow sebagai salah satu cara mengatasi kemacetan di tol, Senin (21/5).
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas, mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi, pihaknya akan memberlakukan sistem contra flow selama satu tahun.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas, mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi, pihaknya akan memberlakukan sistem contra flow selama satu tahun.
"Hingga tol JORR W II selesai dibangun, kalau sudah jadi kan bisa mengatasi kemacetan. Dari situ akan kami evaluasi lagi apakah masih perlu dilanjutkan atau tidak," ujar Sigit.
Kesepakatan lain dalam pemberlakuan sistem tersebut, lanjut Sigit, yakni lawan arus tidak diberlakukan saat akhir pekan dan ketika hujan datang. Menurut dia, contra flow tidak berlaku saat hujan guna meminimalisir kecelakaan.
Selain itu, kata Sigit, jarak contra flow juga akan diperpanjang hingga 7 kilometer dari semula 5 kilometer. Tepatnya dari kilometer 1+600 hingga kilometer 8+600.
Kesepakatan lain dalam pemberlakuan sistem tersebut, lanjut Sigit, yakni lawan arus tidak diberlakukan saat akhir pekan dan ketika hujan datang. Menurut dia, contra flow tidak berlaku saat hujan guna meminimalisir kecelakaan.
Selain itu, kata Sigit, jarak contra flow juga akan diperpanjang hingga 7 kilometer dari semula 5 kilometer. Tepatnya dari kilometer 1+600 hingga kilometer 8+600.
"Dengan jarak 5 kilometer saja, kepadatan kendaraan sudah berkurang 25 persen yang sebelumnya kami perkirakan 20 persen akhirnya meningkat. Mudah-mudahan dengan diperpanjang jarak hingga 7 Km bisa lebih banyak menarik kendaraan," kata Sigit.