POLRES PAMEKASAN SITA 71 SEPEDA MOTOR SISWA

19:27

Pamekasan - Jajaran Polantas Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menyita sedikitnya 71 sepeda motor siswa yang melakukan konvoi merayakan kelulusan ujian nasional mereka, karena melanggar peraturan lalu lintas, Sabtu.

Kasat Lantas Polres Pamekasan AKP Moch Mahmud menjelaskan ke 71 sepeda motor milik para siswa peserta konvoi kelulusan itu terpaksa disita, karena saat diperiksa tidak bisa menunjukkan surat-surat kendaraan.

"Dari 71 unit sepeda motor yang kami sita, 30 diantaranya tidak bisa menunjukkan surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK)," kata Mahmud.

Sedangkan sebanyak 41 sepeda motor lainnya yang kini disita di Mapolres Pamekasan, terindikasi merupakan barang bukti hasil pencurian kendaraan bermotor.

Selain karena telah melanggar ketentuan, tindakan memberi sanksi atas pelanggaran yang dilakukan jajaran Polres Pamekasan terhadap para siswa yang melakukan konvoi kendaraan bermotor, sebagai upaya untuk menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat kegiatan hura-hura tersebut.

Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) di Pamekasan, kata dia juga sepakat untuk�mengarahkan perayaan kelulusan ujian nasional dalam bentuk lain yang lebih bernilai positif.

"Oleh karena itu, siswa yang melakukan konvoi kendaraan bermotor dan melanggar disiplin tertib berlalu lintas, kami tilang," katanya menambahkan.

Dinas Pendidikan (Disdik) dan para Kepala Sekolah di Pamekasan jauh hari sebelum pengumuman kelulusan ini telah menyampaikan larangan agar para siswa tidak melakukan konvoi kendaraan bermotor dan aksi corat-coret baju.

Namun, larangan itu rupanya tidak diindahkan. Buktinya, pada hari "H" pengumuman kelulusan UN Sabtu (26/5), aksi konvoi dan corat-coret baju seragam sekolah masih saja terjadi.

Umumnya para siswa ini melakukan aksinya dengan memilih jalan desa maupun jalan lingkungan, seperti di jalan perumahan Nyalabuh, melintasi di Jalan Desa Bettet dan masuk ke jalan Desa Jalmak mengarah ke jalan Panglegur. Selanjutnya, mereka bergerak menuju pantai wisata Camplong di wilayah Kabupaten Sampang.

Para siswa yang melakukan konvoi ini kebanyakan tidak menggunakan helm, bahkan ada yang terlihat berboncengan lebih dari satu orang. Sementara siswi peserta konvoi kebanyakan melepas jilbabnya, sambil sesekali berdiri diatas sepeda motor yang ia kendarai, sambil berjoget.

"Perayaan seperti ini kan hanya satu kali dalam tiga tahun. Lagian biar menjadi kenang-kenangan antar sesama teman," ucap salah seorang siswa yang menggunakan seragam bertuliskan SMK Negeri II Pamekasan.

Sementara pola pengumuman yang disampaikan oleh pihak sekolah pada kelulusan kali ini dengan diantarkan ke rumah masing-masing siswa.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »