Sebelum kejadian sebenarnya korban sudah sempat dilarang oleh pamannya Sampil Hutauruk untuk mengantar ibunya ke bandara, karena ia baru saja menonton bola Piala Eropa, namun korban tetap bersikeras untuk mengantar ibunya. Saat korban pergi untuk mengantar ibunya, pamannya sudah punya firasat tidak enak.
Firasat tersebut menjadi kenyataan setelah paman korban melihat di tv ada berita kecelakaan di jalan tol layang dalam kota. Seketika itu ia langsung teringat oleh keponakannya. Setelah melihat berita tersebut ia langsung bergegas ke RSCM untuk memastikan korban mobil tersebut.
Melihat ciri-ciri dari korban tersebut, pamannya memastikan bahwa ia adalah keponakannya. Korban meninggalkan seorang istri yang sedang hamil. Rencananya korban akan dimakamkan, Sabtu (30/6/2012) di daerah Depok, Jawa Barat.
Sementara itu suasana di kamar mayat sudah banyak sanak saudaranya yang melayat.