Jajaran
Polres Ciayumajakuning Jawa Barat menandatangani Memorandum of
Understhanding (MoU) deklarasi pengamanan terpadu dalam menghadapi
“Pengamanan Lebaran-Idhul Fitri 1433 H”.
Penandatanganan MoU tersebut
mengambil tempat di Gedung Negara Badan Koordinator Wilayah (Bakorwi)
Cirebon yang dihadiri enam Polres, Korem 063 serta intansi terkait.
Keenam Polres se-Ciayumajakunging, yakni, Polres Cirebon, Polres Cirebon
Kota, Polres Majalengka, Polres Kuningan dan Polres Indramayu serta
Polres Brebes Jawa Tengah.
Kepala Bakorwil H Ano Sutrisno
mengatakan, adanya deklarasi pengamanan terpadu dalam menghadapi
pengamanan lebaran Idhul Fitri 1433 H. “Ini sangat baik, dengan
membangun kerjasama yang sangat signifikan. Pasalnya, rakor Lintas Batas
Lanjutan atas nama Gubernur Jawa Barat, bahwa menyambut baik karena di
wilayah lain belum ada justru Cirebon mengawali program tersebut,”
tandasnya.
Sementara, penggagas Rakor Lintas
Batas, AKBP Hero Henrianto Bachtiar mengatakan, operasi ketupat
tersebut dalam tiap tahun tentu kemacetan pasti ada. Pasalnya, tiap
tahun kendaraan tetap meningkat. Berawal kordinasi lintas batas antar
Polda Jabar dan Polda Jateng menjelang arus mudik dan arus balik Idhul
Fitri, menurut Hero, dirinya menyiapakan pelayanan terhadap masyarakat
pemudik yang melintasi wilayah Ciayumajakungin.
Pihaknya akan menurunkan 1582
personel yang akan terbagi di 14 Pospam, 114 Pos Gatur di 6 titik.
Selain itu, Polres Cirbon menyediakan 25 Prodit Hunter Motor, dengan
kata lain Sistem Lompat kodok. Itu untuk mencegah kemacetan di jalur
alternatif.
Permasalahan yang akan dihadapi
pada arus mudik dan arus balik, pengaturan lalulintas di titik rawan
kemacetan dan rawan kriminal seperti halnya di Pegagan Kapetakan,
Kedawung, Beber serta Losari. Sehingga, menyiapkan buka tutup di sentral
jalur alternatif.
