
SURABAYA – Berita duka membuka hari pertama puasa di Surabaya tahun ini. Tiga orang tewas akibat kecelakaan (Laka) lalu lintas di tol Surabaya-Gempol.
Wargapun diimbau untuk lebih berhati-hati, sebab berkaca pada tahun sebelumnya laka lantas saat Ramadan memang tinggi, terutama saat arus mudik dan balik. Kebakaran juga memiliki tren serupa, apalagi saat ini memasuki musim kemarau.
Menurut Kasatlantas Sidoarjo Fahri Siregar, Laka terjadi di tol Surabaya-Gempol pada kilometer 34.800 jalur B sekitar pukul 01.15. Kecelakaan berawal dari mobil Honda Jazz nomor polisi (Nopol) L 1599 CK yang melaju dari Sidoarjo menuju Surabaya yang berusaha menyalip sebuah truk.
Pengemudi Jazz, Ryan Ramadan (18), diprediksi memacu kecepatan tinggi karena mobil Nissa March yang dikemudian Mijar, temannya, telah terlebih dahulu menyalip truk tersebut. Sialnya, mobil Ryan tak bisa menghindari truk triller L 8843 UW yang berhenti di sisi kiri jalan karena nge-ban.
Walhasil, mobil Jazz tersebut menabrak bagian belakang truk hingga paku bumi yang menjadi muatannya melesak ke dalam mobil. Dua orang penumpang kakak beradik, Rico Hidayanto (16) dan Ricky Fajarwanto (21)—alamat Tenggilis Kauman II B 6 Surabaya-- seketika tewas di lokasi kejadian. Sementara Ryan Ramadan si pengemudi meninggal dalam perjalanan rumah sakit.
"Mobil Jazz ringsek bagian kanan, kelihatanya mencoba untuk menghindar, pasalnya ditemukan tiga bekas ban yang diduga jejak saat mobil tersebut mengerem," ungkap Fahri. Menurut taksiran polisi, kerugian material mencapai Rp 20 juta.
Menurut informasi, rombongan anak muda ini dari Jombang untuk nyekar, namun mampir ke Tretes dan Batu dulu. Pada Jumat (20/7) sekitar pukul 24.00 12 berangkat dari Malang masuk tol.
Saat ini kendaraan Honda Jazz sudah diangkut ke Pos Lalu Lintas Jenggolo. Sedangkan untuk truk masih di lokasi kejadian. "Kini ketiga korban meninggal telah di ambil oleh pihak keluarga. Sementara mobil Jazz dan truk telah diamankan petugas, begitu juga sopirnya akan kami mintai keterangan.” Sedangkan penumpang Jazz yang selamat dan dirawat di rumah sakit adalah Dimas Aulia (15), Wiguna Regency No 6 Surabaya.
Terpisah, Petugas tol, Baharudin, menerangkan mobil yang kecelakaan dikendarai dengan kecepatan tinggi bak balapan. “Pengemudi tidak tahu kalau di bahu jalan ada truk yang sedang ngeban,” ungkapnya.
Agus Purnomo, Ketua Cabang Jasa Marga Surabaya, menguraikan berdasarkan keterangan saksi yang juga merupakan teman korban, yang berada di mobil lainnya, menjelaskan bahwa mereka saat itu melakukan aksi balapan di tol. Honda Jazz tersebut ingin menyalip lawannya dengan mengambil sisi bahu kiri namun saat itu sedang ada truk ngeban yang tidak diketahui oleh pengemudi Honda Jazz. “Mobil Jazz tersebut sepertinya sedang melakukan aksi balapan,” terangnya.
Wargapun diimbau untuk lebih berhati-hati, sebab berkaca pada tahun sebelumnya laka lantas saat Ramadan memang tinggi, terutama saat arus mudik dan balik. Kebakaran juga memiliki tren serupa, apalagi saat ini memasuki musim kemarau.
Menurut Kasatlantas Sidoarjo Fahri Siregar, Laka terjadi di tol Surabaya-Gempol pada kilometer 34.800 jalur B sekitar pukul 01.15. Kecelakaan berawal dari mobil Honda Jazz nomor polisi (Nopol) L 1599 CK yang melaju dari Sidoarjo menuju Surabaya yang berusaha menyalip sebuah truk.
Pengemudi Jazz, Ryan Ramadan (18), diprediksi memacu kecepatan tinggi karena mobil Nissa March yang dikemudian Mijar, temannya, telah terlebih dahulu menyalip truk tersebut. Sialnya, mobil Ryan tak bisa menghindari truk triller L 8843 UW yang berhenti di sisi kiri jalan karena nge-ban.
Walhasil, mobil Jazz tersebut menabrak bagian belakang truk hingga paku bumi yang menjadi muatannya melesak ke dalam mobil. Dua orang penumpang kakak beradik, Rico Hidayanto (16) dan Ricky Fajarwanto (21)—alamat Tenggilis Kauman II B 6 Surabaya-- seketika tewas di lokasi kejadian. Sementara Ryan Ramadan si pengemudi meninggal dalam perjalanan rumah sakit.
"Mobil Jazz ringsek bagian kanan, kelihatanya mencoba untuk menghindar, pasalnya ditemukan tiga bekas ban yang diduga jejak saat mobil tersebut mengerem," ungkap Fahri. Menurut taksiran polisi, kerugian material mencapai Rp 20 juta.
Menurut informasi, rombongan anak muda ini dari Jombang untuk nyekar, namun mampir ke Tretes dan Batu dulu. Pada Jumat (20/7) sekitar pukul 24.00 12 berangkat dari Malang masuk tol.
Saat ini kendaraan Honda Jazz sudah diangkut ke Pos Lalu Lintas Jenggolo. Sedangkan untuk truk masih di lokasi kejadian. "Kini ketiga korban meninggal telah di ambil oleh pihak keluarga. Sementara mobil Jazz dan truk telah diamankan petugas, begitu juga sopirnya akan kami mintai keterangan.” Sedangkan penumpang Jazz yang selamat dan dirawat di rumah sakit adalah Dimas Aulia (15), Wiguna Regency No 6 Surabaya.
Terpisah, Petugas tol, Baharudin, menerangkan mobil yang kecelakaan dikendarai dengan kecepatan tinggi bak balapan. “Pengemudi tidak tahu kalau di bahu jalan ada truk yang sedang ngeban,” ungkapnya.
Agus Purnomo, Ketua Cabang Jasa Marga Surabaya, menguraikan berdasarkan keterangan saksi yang juga merupakan teman korban, yang berada di mobil lainnya, menjelaskan bahwa mereka saat itu melakukan aksi balapan di tol. Honda Jazz tersebut ingin menyalip lawannya dengan mengambil sisi bahu kiri namun saat itu sedang ada truk ngeban yang tidak diketahui oleh pengemudi Honda Jazz. “Mobil Jazz tersebut sepertinya sedang melakukan aksi balapan,” terangnya.
Sumber: Surabayapostonline