Warga Samarinda Blokir Jalan, Ratusan Truk dan Tronton Tertahan

09:39
 
Samarinda Ratusan warga memblokade Jalan Jakarta, Perum Korpri Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Akibatnya puluhan truk dan tronton tertahan hingga 1,5 kilometer.

Aksi blokade Jalan Jakarta yang dilakukan kali ini telah memasuki malam ketiga. Warga dibuat kesal lantaran truk dan tronton yang melintas di dalam jalan perumahan itu melaju tanpa memperhatikan keselamatan warga sekitar area perumahan. Tidak sedikit warga yang melempari truk yang ngotot melaju di tengah-tengah aksi blokade.

"Selain badan jalan rusak karena melebihi tonase, ibu dan anak-anak di sekitar perumahan ini seringkali kecelakaan," ketus Zulkifli, salah satu warga yang ikut aksi blokade, kepada wartawan di lokasi,  dini hari.

Menurut Zulkifli, sebelum melakukan blokade, warga setempat sudah mengadukan permasalahan ini ke wali kota. Namun, Wali Kota Samarinda Syaharie Ja'ang disebutnya tidak mengindahkan aspirasi dan kesepakatan yang dibuatnya bersama warga pada 27 Juni 2012 lalu. Saat itu warga dan wali kota sepakat untuk memasang banyak rambu lalu lintas di ruas jalan utama areal perumahan itu.

"Pada kesepakatan 27 Juni itu, kita warga sepakat jalan perumahan dilewati truk dan tronton sementara waktu selagi Jalan KH Mansyur yg menjadi jalan utama truk dan tronton dalam perbaikan Pada tanggal itu juga, Wali Kota bersedia memasang banyak rambu lalu lintas di dalam perumahan. Tapi nyatanya, hingga saat ini, setelah kita aksi baru 2 rambu lalu lintas dipasang dan ada petugas Dishub. Sebelumnya, tidak ada," kata salah seorang tokoh masyarakat Perum Korpri Loa Bakung, Sofyan Sitorus, kepada detikcom.

Pantauan detikcom, truk dan tronton yang memuat sembako, alat berat seperti excavator hingga peti kemas itu terpaksa tertahan lantaran aksi blokade itu. Mereka tidak bisa mengambil jalan alternatif karena jalan tersebut merupakan satu-satunya jalan menuju kota.

Ruas Jalan Jakarta memang saat ini dalam kondisi rusak parah dengan lubang menganga di sepanjang jalan. Kondisi itu justru diperparah dengan melintasnya truk dan tronton. Sepanjang aksi, terlihat petugas Dishub Samarinda dan petugas Satlantas Polresta Samarinda.

"Kalau siang, terlebih kemarau begini, penuh debu dan pasir. Padahal ini jalan areal perumahan, bukan jalan kawasan industri," tegas Sitorus.

Warga sedikit kompromi dengan membuka salah satu lajur. Namun demikian, warga menyebarkan selebaran kepada para sopir truk dan tronton yang isinya ultimatum kepada para sopir untuk mematuhinya.

Hingga Selasa (31/7/2012) sekitar pukul 01.00 WITA dinihari, ratusan warga tidak berhenti untuk mengingatkan para sopir untuk berhati-hati melintas di jalan areal perumahan mereka.

"Jangan salahkan warga, kalau sopir terus melaju kalau melintas di sini, batu akan beterbangan ke truk," tutup Sitorus.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »