Jakarta - Penjualan tiket bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) untuk tujuan kota-kota di Pulau Jawa, dan Sumatera, pada Terminal Bus AKAP Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (8/8/2012), belum ada peningkatan.
Kondisi loket pun masih terpantau normal, tidak ada antrean calon penumpang yang ingin membeli tiket.
Kepala Terminal Bus AKAP Pulogadung, H. Muhammad Nur, menuturkan, hingga hari ke-19 Ramadhan, keramaian arus mudik di terminal ini belum terlihat. Jumlah kendaraan yang diberangkatkan bahkan cenderung menurun.
"Belum ada peningkatan penumpang, semua masih berjalan normal bahkan cenderung sepi. Peningkatan penumpang biasanya mulai H-7 dan puncaknya pada H-3,” ujar Nur saat ditemui wartawan, Rabu (8/8/2012).
Dikatakan Nur, penurunan terjadi karena sepekan terakhir hanya sekitar 80-90 bus dengan jumlah penumpang masih sekitar 800-an orang, berbeda dari biasanya berkisar 130-140 bus.
Meski demikian, Nur menambahkan, pihaknya sudah siap menyambut sejumlah pemudik yang akan berangkat dari terminal ini. Untuk menghadapi arus mudik, rencananya mulai H-10 di terminal tersebut akan didirikan tenda untuk tempat berteduh calon penumpang, posko terpadu, kesehatan, keamanan, tes urine pengemudi dan pengujian kendaraan bermotor (PKB) di sejumlah titik di dalam terminal.
"Sejumlah petugas gabungan, di antaranya terdiri dari unsurTNI/Polri, Dinas Perhubungan, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, PMI, Pramuka, dan organisasi radio amatir Indonesia (Orari) juga dipastikan aktif bersiaga mulai H-7 Lebaran," katanya.
Ronald, seorang penjual tiket salah satu PO (perusahaan otobus) di Terminal Bus AKAP Pulo gadung memperkirakan pemesanan tiket mudik pada tahun ini akan menurun bila dibandingkan tahun sebelumnya.
"Biasanya H-15 orang sudah banyak yang pesan tiket, tapi masuk H-17 ini saja masih agak sepi," ujarnya.
Menurutnya, Salah satu penyebab sepinya pemesanan tiket Bus mudik pada tahun ini dikarenakan gencarnya perusaan swasta atau BUMN yang mengadakan program mudik gratis.
"Ya karena ada yang gratis, orang pasti lebih memilih yang gratis dari pada yang bayar," ungkapnya.
Kondisi loket pun masih terpantau normal, tidak ada antrean calon penumpang yang ingin membeli tiket.
Kepala Terminal Bus AKAP Pulogadung, H. Muhammad Nur, menuturkan, hingga hari ke-19 Ramadhan, keramaian arus mudik di terminal ini belum terlihat. Jumlah kendaraan yang diberangkatkan bahkan cenderung menurun.
"Belum ada peningkatan penumpang, semua masih berjalan normal bahkan cenderung sepi. Peningkatan penumpang biasanya mulai H-7 dan puncaknya pada H-3,” ujar Nur saat ditemui wartawan, Rabu (8/8/2012).
Dikatakan Nur, penurunan terjadi karena sepekan terakhir hanya sekitar 80-90 bus dengan jumlah penumpang masih sekitar 800-an orang, berbeda dari biasanya berkisar 130-140 bus.
Meski demikian, Nur menambahkan, pihaknya sudah siap menyambut sejumlah pemudik yang akan berangkat dari terminal ini. Untuk menghadapi arus mudik, rencananya mulai H-10 di terminal tersebut akan didirikan tenda untuk tempat berteduh calon penumpang, posko terpadu, kesehatan, keamanan, tes urine pengemudi dan pengujian kendaraan bermotor (PKB) di sejumlah titik di dalam terminal.
"Sejumlah petugas gabungan, di antaranya terdiri dari unsurTNI/Polri, Dinas Perhubungan, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, PMI, Pramuka, dan organisasi radio amatir Indonesia (Orari) juga dipastikan aktif bersiaga mulai H-7 Lebaran," katanya.
Ronald, seorang penjual tiket salah satu PO (perusahaan otobus) di Terminal Bus AKAP Pulo gadung memperkirakan pemesanan tiket mudik pada tahun ini akan menurun bila dibandingkan tahun sebelumnya.
"Biasanya H-15 orang sudah banyak yang pesan tiket, tapi masuk H-17 ini saja masih agak sepi," ujarnya.
Menurutnya, Salah satu penyebab sepinya pemesanan tiket Bus mudik pada tahun ini dikarenakan gencarnya perusaan swasta atau BUMN yang mengadakan program mudik gratis.
"Ya karena ada yang gratis, orang pasti lebih memilih yang gratis dari pada yang bayar," ungkapnya.
Sumber: Tribunnews