Calang - Ketua Komisi C DPRK Aceh Jaya, Saudi meminta Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh memperingatkan rekanan yang sedang melakukan pemeliharaan jalan yang dibangun USAID di lintas Calang-Banda Aceh, agar memasang rambu pertanda jalan sedang diperbaiki. Pasalnya, ketiadaan rambu peringatan telah menyebabkan dua pengguna jalan meninggal dunia dan satu lainnya kritis akibat terperosok ke lubang di jalan yang tengah diperbaiki.
Kepada wartawan, Rabu (5/12), Saudi mengatakan, dirinya bersama sejumlah anggota DPRK Aceh Jaya yang melakukan Pansus menemukan jalan USAID di sejumlah titik yang sedang diperbaiki terutama pada kepala jembatan kawasan Kecamatan Jaya, Sampoiniet, Setia Bakti, hingga Kecamatan Krung Sabee, tidak ada rambu peringatan sehingga membuat pengguna jalan menjadi korban.
Kata Saudi, pengguna jalan yang sudah jadi korban adalah M Nazar (40) dan Muktaruddin (35) warga Meutara Kecamatan Jaya. Keduanya pengedara sepmor ini meninggal karena terperosok ketika melewati jembatan Krueng Ateuh, pekan lalu. “Kedua warga ini ketika melaju kendaraan masuk ke lubang jalan sedang diperbaiki oleh rekanan sehingga menyebabkan terjatuh dan meninggal,” kata Saudi.
Kasus menyedihkan lagi terjadi. Seorang wanita bernama Dewi (22) warga Ligan Kecamatan Setia Bakti juga terperosok di jalan yang sedang diperbaiki di kawasan Kuala Ligan menyebabkan kritis.
Saudi mengatakan, BMCK Aceh harus segera mengingatkan rekanan yang melakukan pemeliharaan jalan Calang-Banda Aceh terutama dari Lamno hingga Calang agar memasang rambu peringatan bahwa jalan pada titik-titik sedang dalam tahap perbaikan, agar tidak lagi ada korban kecelakaan.