
Luwu - Kasus putusnya jembatan penyeberangan yang menewaskan seorang bocah berusia lima tahun saat berlangsung lomba perahu trandisional "Bala - Bala don't stop commandant", di Luwu Timur mendapat perhatian polisi. Panitia acara yang digelar oleh tim sukses Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan akan diperiksa aparat dari Kepolisian Resor Luwu Timur.
"Jika nantinya terdapat kelalaian maka akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku," ungkap Kepala Polres Luwu Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Firman, Kamis (6/12/2012).
Saat ini tim gabungan Basarnas, TNI/POLRI bersama warga masih melakukan penyisiran di sepanjang pesisir Sungai Malili guna mencari korban tenggelam. Sementara itu, lima warga yang juga menjadi korban jembatan putus pada pelaksanaan lomba Rabu kemarin, masih menjalani perawatan di Puskesmas Malili.
Seperti diberitakan sebelumnya, lomba perahu tradisional di Desa Baruga, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, menelan korban jiwa. Peristiwa ini bermula ketika ratusan warga memadati jembatan gantung yang baru beberapa bulan rampung dan belum diresmikan. Beberapa saat setelah perlombaan dimulai, tiba-tiba jembatan gantung yang membentang sungai sepanjang 55 meter tersebut putus. Ratusan warga yang berada di atas jembatan panik dan terjun bebas ke sungai.