Jakarta - Polda Metro Jaya mencatat jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta terus meningkat setiap harinya. Sebagian besar dari mereka adalah warga wilayah penyangga seperti Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi yang mencari nafkah di Ibukota.
Tingginya volume kendaraan itu mengakibatkan Jakarta kian macet. Kemacetan terjadi tidak hanya di jalur protokol, tetapi juga di kawasan perbatasan.
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Wahyono, mengatakan beberapa ruas jalan menuju Jakarta tidak sama besarnya dengan perbatasan.
Banyaknya persimpangan juga menimbulkan antrean kendaraan seperti di Kalimalang, Jakarta Timur, Daan Mogot, Jakarta Barat, dan Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur.
"Beberapa ruas di Jakarta tidak sama, sehingga menimbulkan kepadatan apalagi saat jam sibuk, banyak kendaraan sehingga macet. Durasi kemacetan semakin lama. Kecepatan kendaraan berkurang hanya bergerak maksimal 20 km/ jam," ujar Wahyono, Kamis, 6 Desember 2012.
Dia menyebut saat ini jumlah penjualan mobil di Jakarta mengalami peningkatan sebanyak 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Di kuartal I tahun 2011, mobil yang terjual di Jakarta mencapai 225.739 unit. Sedangkan untuk tahun ini, di kuartal pertama sudah mencapai 249.589 unit.
Dengan jumlah penjualan yang meningkat, otomatis kendaraan-kendaraan baru itu makin memacetkan Jakarta. Kendaraan yang membebani jalanan Jakarta sudah mencapai 13.346.802. Adapun rinciannya adalah motor 9.861.451 unit, mobil 2.541.351 unit, mobil beban 581.290 unit, dan bus 363.710 unit.
"Oleh karena itu, bila tidak cepat ditangani maka tidak menutup kemungkinan hampir seluruh jalan di Jakarta akan stuck," kata dia.
Ditambahkan Wahyono, jumlah perjalanan yang ada di Jakarta sampai saat ini mencapai 20,7 juta. Menurutnya jumlah kendaraan dengan pertumbuhan ruas jalan tidak sebanding. Panjang jalan di Jakarta hanya 7.650 km dan luas jalan 40,1 km atau 0,26% dari luas wilayah DKI. Sedangkan pertumbuhan panjang jalan hanya 0,01 persen per tahun.