BEKASI - Akibat banjir yang melanda Kota Bekasi
beberapa waktu lalu berdampak kerusakan jalur infrastruktur. Dinas Bina
Marga dan Tata Air Kota Bekasi mencatat jalan berlubang sebanyak 44
titik yang tersebar di Kota Bekasi. Kerusakan itu, disebabkan karena
tekanan air ketika banjir.
”Lubang yang ada di jalan itu adalah kerusakan terparah yang berhasil kita pantau di sejumlah ruas jalan utama,” kata Kepala Dinas Bimarta Kota Bekasi, Momon Sulaiman, Sabtu (26/1/2013).
Momon menambahkan, lubang tersebut di antaranya nampak di Jalan Undarpass, Bekasi Timur sebanyak 15 titik. Lalu kerusakan lainnya di Jalan Ahmad Yani sebanyak 10 titik, dan di Jalan KH Noer Ali sebanyak 19 titik. ”Jalan itu bolong karena genangan air yang berasal dari saluran Duren Jaya,” katanya.
Air yang menggerus aspal di lokasi itu berasal dari luapan Kali Bekasi dekat pintu air, Momon menjelaskan, seluruh kerusakan jalan-jalan tersebut perlu segera diperbaiki mengingat jalan tersebut adalah akses utama Kota Bekasi.
”Sebanyak 44 lubang itu belum termasuk eks galian kabel optik di Jalan Djuanda, Bekasi Timur tepatnya di depan BPR dimana galiannya kembali amblas terkena air luapan dari drainase,” ujarnya.
Pihaknya mengaku telah mengajukan permohonan bantuan dana untuk perbaikan jalan tersebut kepada pemerintah pusat maupun Provinsi Jawa Barat. ”Anggarannya sudah kita ajukan. Tinggal tunggu saja responnya seperti apa,” katanya.
”Lubang yang ada di jalan itu adalah kerusakan terparah yang berhasil kita pantau di sejumlah ruas jalan utama,” kata Kepala Dinas Bimarta Kota Bekasi, Momon Sulaiman, Sabtu (26/1/2013).
Momon menambahkan, lubang tersebut di antaranya nampak di Jalan Undarpass, Bekasi Timur sebanyak 15 titik. Lalu kerusakan lainnya di Jalan Ahmad Yani sebanyak 10 titik, dan di Jalan KH Noer Ali sebanyak 19 titik. ”Jalan itu bolong karena genangan air yang berasal dari saluran Duren Jaya,” katanya.
Air yang menggerus aspal di lokasi itu berasal dari luapan Kali Bekasi dekat pintu air, Momon menjelaskan, seluruh kerusakan jalan-jalan tersebut perlu segera diperbaiki mengingat jalan tersebut adalah akses utama Kota Bekasi.
”Sebanyak 44 lubang itu belum termasuk eks galian kabel optik di Jalan Djuanda, Bekasi Timur tepatnya di depan BPR dimana galiannya kembali amblas terkena air luapan dari drainase,” ujarnya.
Pihaknya mengaku telah mengajukan permohonan bantuan dana untuk perbaikan jalan tersebut kepada pemerintah pusat maupun Provinsi Jawa Barat. ”Anggarannya sudah kita ajukan. Tinggal tunggu saja responnya seperti apa,” katanya.