Jasad Purwanto kini sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk divisum, sedangkan Novita dirawat intensif di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit UKI.
Keterangan sopir bus transjakarta, Muhammad Rohman, 24 tahun, kepada petugas Dit Lantas Polda Metro Jaya, menerangkan musibah tersebut terjadi sekira pukul 06:35 WIB saat bus yang dibawanya melaju dari arah shelter Cililitan menuju shelter UKI dengan kecepatan sekitar 40 kilometer per jam.
Sepeda motor yang ditumpangi kedua korban di arah yang beriringan tiba-tiba jatuh ke arah jalur bus yang tengah melaju. Saat itu sedang hujan. Diduga korban menghindari lubang kemudian terjatuh ke kanan, sepeda motor tidak jatuh ke jalur bus transjakarta, tetapi tubuh kakak-beradik ini tersungkur ke jalur bus transjakarta. Tubuh kedua korban masuk ke kolong bus transjakarta hingga kedua korban terlindas.
Dua petugas kepolisian dari Penegakan Hukum Polda Metro Jaya, Bripka Herry Manto dan Aiptu Suparyono, mengevakuasi kedua korban ke Rumah Sakit UKI. Jasad Purwanto disemayamkan sementara di kamar jenazah, sedangkan Novita dirawat intensif di Instalasi Gawat Darurat UKI karena kritis.
Berdasarkan KTP, Bripka Herry mengatakan, korban meninggal dunia, Purwanto (30), warga Kampung Cikumpa, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Korban kritis, Novita Sari (20) warga Jalan Bhineka IV, Kampung Rambut, Pasir Gunung Selatan, Cimanggis, yang berstatus pelajar.
Saat ini petugas kepolisian telah menangani perkara tersebut.