Banyumas: Arus kendaraan di jalur Purwokerto-Yogyakarta, Sabtu (26/1) sore, mengalami kemacetan akibat banjir di ruas Jalan Raya Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Banyumas.
Dari pantauan, banjir tersebut terjadi di dua lokasi berbeda dengan panjang genangan sekitar 200-300 meter dan kedalaman sekitar 80-100 sentimeter. Akibat banjir tersebut, antrean kendaraan dari arah Purwokerto mencapai 2 kilometer lebih, sedangkan arus kendaraan dari arah Yogyakarta dan Banyumas dialihkan melalui Jalan Raya Kaliori-Patikraja.
Selain mengakibatkan kemacetan, puluhan rumah di sekitar ruas Jalan Raya Kaliori juga terendam banjir. Salah seorang warga, Narto mengatakan banjir tersebut terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah ini sejak pukul 14.00 WIB.
"Genangan di sebelah utara terjadi akibat batu-batuan dari proyek yang ada di sana menutup drainase sehingga air meluap ke jalan. Padahal, daerah ini
merupakan cekungan sehingga tinggi genangan air mencapai 80 centimeter," katanya.
Sedangkan genangan air yang satunya, kata dia, disebabkan luapan Kali Ori dan ketinggian airnya mencapai 100 sentimeter. "Puluhan rumah juga terendam banjir," katanya.
Seorang warga Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, Arbi mengaku terpaksa kembali ke Purwokerto karena tidak berani melintasi genangan banjir.
"Sebenarnya saya mau pulang ke Pageralang, tapi karena banjirnya cukup tinggi, saya terpaksa kembali ke Purwokerto. Mungkin pulang ke Pageralang nanti malam setelah banjirnya surut," katanya.
Saat dihubungi, Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Banyumas Ajun Komisaris Polisi Chalid Mawardi mengatakan, pihaknya telah menerjunkan personel untuk mengatur arus kendaraan yang melintas di ruas Jalan Raya Kaliori.
"Agar tidak terjadi penumpukan, arus kendaraan yang melintas kami kurangi dengan cara kendaraan dari arah Yogyakarta dan Banyumas yang hendak ke Purwokerto dialihkan melalui Patikraja," katanya.
Sedangkan arus kendaraan dari arah Purwokerto dan Sokaraja yang telah telanjur berada di sekitar lokasi banjir, kata dia, untuk sementara menunggu hingga airnya surut. Kendati demikian, dia mengatakan, kendaraan berbadan besar masih bisa melintasi genangan banjir tersebut.