Jakarta-Banjir yang mulai surut kini meninggalkan masalah baru bagi warga Jakarta. Jalan penuh lubang kini banyak ditemukan di sebagian besar ruas jalan Ibukota. Terlebih, banyaknya lubang mengakibatkan kecelakaan para pengendara motor. Bahkan, tercatat sudah dua orang tewas akibat menghindari lubang di jalan.
Selasa pagi, seorang pengendara motor tewas di kawasan Industri Pulo Gadung akibat menghindari lubang sedalam 20 sentimeter. Naas, saat terjatuh sebuah truk tronton langsung melindas korban hingga tewas. Sebelumnya, kecelakaan serupa juga terjadi di ruas jalan sektar PGC Cililitan Jakarta Timur. Akibat menghindari lubang, seorang remaja tewas terlindas bus TransJ yang melintas.
Hingga kini belum terlihat upaya maksimal pemerintah setempat untuk memperbaiki jalan berlubang. Untuk itu, diimbau bagi para pengendara, khususnya pengendara roda dua, untuk lebih waspada ketika melalui jalan yang rusak akibat banjir.
Menurut Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PU DKI Jakarta, Maman Suparman, di wilayah Jakarta Timur, tercatat 180 titik lubang yang menghiasi ruas jalan. Di antaranya, ruas jalan di DI Panjaitan mengarah ke cawang maupun sebaliknya. Sementara itu Jalan Otista pasca direndam banjir sedalam 30 sentimeter, meninggalkan lubang-lubang dengan kedalaman hingga 20 cm di sisi maupun tengah jalan. Hal yang sama juga terjadi di Jalan Jatinegara Barat, tepatnya di depan Pom bensin terdapat beberapa lubang yang membahayakan pengendara bermotor.
Maman menambahkan, dari 44,3 juta meter persegi jalan di Ibukota 6,5 persen atau sekitar 2,8 juta meter persegi mengalami kerusakan dengan lubang bervariasi. Wilayah yang jalannya mengalami kerusakan paling parah berada di Jakarta Barat dengan 4.700 titik, dan Jakarta Utara 2.100 titik, Jakarta Selatan terdapat 470 titik, dan Jakarta Pusat 350 titik.
"Karena saat ini masih musim penghujan jadi belum memungkinkan untuk memperbaiki secara menyeluruh. Perawatan jalan kami lakukan tapi di malam hari. Terdapat 10 regu di seluruh wilayah yang memperbaiki jalan-jalan itu, atau dua regu per wilayah. Tapi kalau hujan turun seperti yang terjadi pada hari Sabtu dan Minggu kemarin tidak ada perbaikan," tambahnya lagi.