Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman, di Jakarta, Senin 24 Juni 2013, mengatakan, pengoperasian jalan tol lingkar luar II ini tidak menyertakan ruas Ciledug-Ulujami. "Kami akan berusaha membuka ruas baru termasuk W2 utara. Namun, bukan ujung ke ujung, karena Ulujami hingga Ciledug proses pembebasan tanah belum selesai," katanya.
Ia menjelaskan, untuk ruas Ciledug-Ulujami masih ada lahan sepanjang 1 kilometer atau 128 bidang tanah yang masih belum dibebaskan. Untuk pembebasan tanah ini, Jasa Marga hanya bisa menunggu tim pembebasan tanah Kementerian Pekerjaan Umum dan Wali Kota Jakarta Selatan.
Adityawarman mengatakan, untuk tarif tolnya akan didiskusikan dengan Badan Pengatur Jalan Tol. Sebab, saat perjanjian pengusahaan jalan tol, tarif dihitung jika jaringan JORR W2 ini telah selesai sepenuhnya.
Jalan tol ini dibangun untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dari dan ke daerah barat, timur, dan selatan Jakarta. Jika ruas ini tersambung dengan JORR Rorotan-Cakung dan Kebun Jeruk, jalan tol ini akan menghubungkan lima ruas tol lainnya, yaitu Jakarta-Cikampek, Jagorawi, Ulujami-Pondok Aren, Jakarta-Tangerang, dan Sedyatmo.
Ia mengklaim, jika seluruh ruas tol telah tersambung, kemacetan tol dalam kota akan berkurang 30 persen. Sebab, pengendara dari arah Bekasi yang ingin ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dan Merak tidak perlu lagi masuk ke jalan tol dalam kota.