Sebanyak 11 titik rawan macet dan 63 titik pasar tumpah tersebar di wilayah Jawa Tengah (Jateng) berpotensi menimbulkan kemacetan selama arus mudik Lebaran.
"Terkait kondisi itu kami memerintahkan semua petugas, untuk meningkatkan kewaspadaan pada titik-titik rawan macet. Dari catatan di lapangan, total ada 11 titik daerah rawan macet dan 63 titik pasar tumpah berpotensi menimbulkan kemacetan, baik jalur pantura dan di jalur selatan serta jalur tengah," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Jateng, Urip Sihabudin di Semarang.
Urip menjelaskan, untuk kemacetan, terutama di sekitar pasar tumpah, pihaknya telah mempersiapkan rekayasa lalu lintas.
Skema yang dipakai untuk mengantisipasi kerawanan kemacetan di pasar tumpah, dengan membuat kanalisasi lajur, baik untuk pedagang, penyeberang jalan dan arus kendaraan pemudik sendiri. "Sehingga, petugas di lapangan tidak kewalahan di dalam mengatur arus lalu lintas," jelasnya.
Sementara, dirinya juga telah menginstruksikan kepada petugas dinas perhubungan setempat, agar sudah berada di lokasi pasar tumpah, satu jam sebelum aktivitas pasar dimulai.
"Selain memetakan jalur-jalur rawan kemacetan, pihaknya juga telah menyiapkan rambu-rambu lalu lintas sebanyak 8.148 buah, cermin tikung 31 buah, dan warning lamp sebanyak 49 buah. Rambu-rambu tersebut diperlukan sebagai petunjuk jalan, peringatan dan larangan," ungkapnya.
Kebutuhannya terutama di jalur-jalur alternatif,yang sangat diperlukan pemudik pada arus mudik dan balik. Dengan total 3.100 personel, lanjut Urip, Dishubkominfo Jateng siap bertugas selama H-7 hingga H+7 Lebaran tahun ini.
"Terkait kondisi itu kami memerintahkan semua petugas, untuk meningkatkan kewaspadaan pada titik-titik rawan macet. Dari catatan di lapangan, total ada 11 titik daerah rawan macet dan 63 titik pasar tumpah berpotensi menimbulkan kemacetan, baik jalur pantura dan di jalur selatan serta jalur tengah," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Jateng, Urip Sihabudin di Semarang.
Urip menjelaskan, untuk kemacetan, terutama di sekitar pasar tumpah, pihaknya telah mempersiapkan rekayasa lalu lintas.
Skema yang dipakai untuk mengantisipasi kerawanan kemacetan di pasar tumpah, dengan membuat kanalisasi lajur, baik untuk pedagang, penyeberang jalan dan arus kendaraan pemudik sendiri. "Sehingga, petugas di lapangan tidak kewalahan di dalam mengatur arus lalu lintas," jelasnya.
Sementara, dirinya juga telah menginstruksikan kepada petugas dinas perhubungan setempat, agar sudah berada di lokasi pasar tumpah, satu jam sebelum aktivitas pasar dimulai.
"Selain memetakan jalur-jalur rawan kemacetan, pihaknya juga telah menyiapkan rambu-rambu lalu lintas sebanyak 8.148 buah, cermin tikung 31 buah, dan warning lamp sebanyak 49 buah. Rambu-rambu tersebut diperlukan sebagai petunjuk jalan, peringatan dan larangan," ungkapnya.
Kebutuhannya terutama di jalur-jalur alternatif,yang sangat diperlukan pemudik pada arus mudik dan balik. Dengan total 3.100 personel, lanjut Urip, Dishubkominfo Jateng siap bertugas selama H-7 hingga H+7 Lebaran tahun ini.