Garut - Sebuah mobil jasa pembawa uang milik Bank NISP
dirampok di Jalan Raya Malangbong, Garut, Jawa Barat, pada Jumat
(15/8/2014) malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Dari mobil tersebut
komplotan perampok menggasak uang Rp3,5 miliar.
Salah seorang pengawal mobil pembawa uang, Sendy Apriadi mengatakan tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah komplotan perampok. Kejadian berawal ketika mobil hendak mengantar uang dari Bank NISP cabang Tasikmalaya menuju Bandung. Sopir mobil pembawa uang tidak mengetahui jika kendaraannya dibuntuti oleh komplotan perampok.
Kemudian begitu melintas di Jalan Raya Malangbong-Wado, Garut, Jawa Barat, mobil pembawa uang disalip hingga sopir kehilangan kendali dan menabrak kendaraan pelaku. Para pelaku kemudian langsung turun dan melumpuhkan empat orang yang ada di dalam mobil uang itu.
"Saya tidak tahu pasti berapa jumlah pelaku, karena begitu turun mereka langsung menyerang. Saya sendiri sempat disetrum," ujarnya.
Setelah melumpuhkan sopir dan petugas jasa pengiriman uang dari PT Trans Dana Perdana (TPD), dengan cara menyetrum dan memukul dengan benda tumpul, para pelaku kemudian langsung mengambil uang tunai sebesar Rp3,5 miliar dan melarikan diri.
Sementara Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Dadang Garnadi mengatakan saat ini pihaknya masih malakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku yang melarikan diri ke arah Bandung.
"Modus perampokan yang digunakan, para pelaku mengendarai mobil Isuzu Panther no polisi D 1228 ND dari arah Tasikmalaya disalip oleh truk engkel dan berhenti mendadak sehingga terjadi tabrakan, kemudian dari arah belakang datang sebuah mobil avanza," ujarnya.
Salah seorang pengawal mobil pembawa uang, Sendy Apriadi mengatakan tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah komplotan perampok. Kejadian berawal ketika mobil hendak mengantar uang dari Bank NISP cabang Tasikmalaya menuju Bandung. Sopir mobil pembawa uang tidak mengetahui jika kendaraannya dibuntuti oleh komplotan perampok.
Kemudian begitu melintas di Jalan Raya Malangbong-Wado, Garut, Jawa Barat, mobil pembawa uang disalip hingga sopir kehilangan kendali dan menabrak kendaraan pelaku. Para pelaku kemudian langsung turun dan melumpuhkan empat orang yang ada di dalam mobil uang itu.
"Saya tidak tahu pasti berapa jumlah pelaku, karena begitu turun mereka langsung menyerang. Saya sendiri sempat disetrum," ujarnya.
Setelah melumpuhkan sopir dan petugas jasa pengiriman uang dari PT Trans Dana Perdana (TPD), dengan cara menyetrum dan memukul dengan benda tumpul, para pelaku kemudian langsung mengambil uang tunai sebesar Rp3,5 miliar dan melarikan diri.
Sementara Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Dadang Garnadi mengatakan saat ini pihaknya masih malakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku yang melarikan diri ke arah Bandung.
"Modus perampokan yang digunakan, para pelaku mengendarai mobil Isuzu Panther no polisi D 1228 ND dari arah Tasikmalaya disalip oleh truk engkel dan berhenti mendadak sehingga terjadi tabrakan, kemudian dari arah belakang datang sebuah mobil avanza," ujarnya.
"Dari mobil truk dan avanza tersebut kemudian
turun seseorang yang seolah seperti anggota polisi yang sedang melakukan
pengaturan jalan yang diikuti oleh sejumlah orang yang dengan cepat
melumpuhkan para korban," jelasnya.