Indikasi kemacetan ini sedikitnya tampak pada antrean panjang kendaraan di Pamucatan mulai sekitar pukul 00.00 hingga 00.45 dan terjadi lagi sejak pukul 01.30 hingga sekitar pukul 02.00.WIB.
Ekor antrean yang merayap pelan ini mengular hingga dekat simpang akses keluar Lingkar Nagreg di Kampung Pamucatan, Nagreg atas. Ini berarti antrean terjadi sepanjang turunan Nagreg, mulai titik Pos Tangan-tanjakan Bohong-Warung Bir-Cagak-Cikaledong.
Dari informasi yang dihimpun, antrean lamban di Nagreg ini buntut dari kemacetan parah di jalur arah Tasikmalaya. Kemacetan setidaknya terjadi dari kawasan Malangbong-Pasar Lewo-Sasak Beusi Cibatu-Pasar Limbangan.
Dampak kemacetan tersebut lalu menyambung ke perbatasan Kabupaten Bandung-Garut di kawasan Cibedug dan masuk Kabupaten Bandung melalui ruas depan pompa bensin Ciaro-ruas depan restoran Asep Stroberi hingga simpang akses masuk Lingkar Nagreg di Kampung Cikaledong. Lalu masuk jalur Nagreg lama, melalui Cagak menyambung sekitar 5 kilometer hingga ke Kampung Pamucatan, Nagreg atas, dekat simpang keluar Lingkar Nagreg.
Untuk mengurasi kemacetan, Kepolisian Resor Bandung lalu mengarahkan semua kendaraan dari Bandung ke arah Kabupaten Garut untuk mengakses arah Tasikmalaya lewat Leles dan Singaparna. Sedangkan arus dari Bandung ke arah Limbangan via Cikaledong sementara ditutup dulu. "Limbangan stuck," kata seorang polisi lalu lintas melalui radio komunikasi.
Solusi ini lumayan mujarab. Tak berapa lama, sebelum pukul 01.00 WIB, antrean sekitar 5 kilometer di sepanjang turunan Nagreg lama terurai. Kendaraan dari arah Pamucatan pun kembali bisa melesat menuju arah Garut. "Cagak (arah ke Garut) lancar, sementara Limbangan masih jalan di tempat," kata seorang polisi.
Namun tak ayal, kemacetan serupa kembali mengular hingga ke Pamucatan menjelang pukul 02.00 dini hari ini.
Sebagai himbauan bagi para pemudik agar tetap disiplin dalam berlalulintas dan tetap mempercayakan petugas polisi mengatur arus lalulintas.