Selain menutup badan jalan dengan batu-batu besar dan roil, warga juga mendirikan tenda-tenda darurat, sekaligus beraktivitas masak-memasak di badan jalan, katanya.
Penutupan akses jalan menuju PLTu dilakukan menurut warga karena badan jalan yang dilalui kenderaan berat milik PLTU, merusak jalan. Selain itu ketika panas, abu di badan jalan tidak disiram, sehingga mengganggu pernapasan warga. Selain itu menurut mereka, rumah warga juga sekarang ini pada retak-retak, karena dam truk pengangkut pasir, ataupun tanah diduga melebihi kapasitas badan jalan.
Tidak adanya perhatian dari pihak PLTU terhadap warga sekitarnya, seperti menjadikan mereka tenaga kerja di PLTU tersebut juga menambah rasa jengkel warga setempat. Dijelaskannya aksi yang dilakukan masyarakat ini sudah dimulai sejak Selasa (3/1) hingga tuntutan warga dapat dipenuhi oleh pihak PLTU Pangkalan Susu.
Kapolsek Pangkalan Susu AKP Untung membenarkan adanya aksi yang dilakukan oleh masyarakat Tanjung Pasir menutup badan jalan menuju PLTU Pangkalan Susu.
"Hingga sekarang ini mereka masih menutup badan jalan, dan sudah kita usahakan untuk dibuka, namun masyarakat masih belum membukanya," katanya.
Masyarakat tetap menuntut agar pihak PLTU melakukan perbaikan badan jalan, dan berbagai tuntutan lainnya, katanya.