CIREBON – Pelaksanaan ujian teori surat izin mengemudi (SIM) di Mapolsek
secara audio visual diyakini dapat meminimalisasi praktik percaloan.
Kapolsek Weru Kompol Suyono mengungkapkan, penggunaan teknologi audio visual pada ujian teori SIM membuat pemohon harus hadir langsung untuk mengikutinya. Saat ujian pun, hasilnya langsung ditampilkan sehingga pemohon dapat mengetahuinya.
Kapolsek Weru Kompol Suyono mengungkapkan, penggunaan teknologi audio visual pada ujian teori SIM membuat pemohon harus hadir langsung untuk mengikutinya. Saat ujian pun, hasilnya langsung ditampilkan sehingga pemohon dapat mengetahuinya.
“Dengan teknologi ini tidak ada perwakilan bagi pemohon karena setiap
kehadiran pasti dicek. Setiap peserta pun dapat mengikuti ujian dengan
menjawab soal yang ditampilkan pada layar dan hasilnya diketahui
langsung usai ujian,” ungkap dia kemarin.
Di Polsek Weru, sejak awal pelaksanaannya pada 8 Mei lalu, telah menerima rata-rata 19-32 pemohon.Mereka bukan hanya masyarakat yang berasal dari Kecamatan Weru, melainkan juga dari kecamatan lain seperti Plered, Kedawung,dan Gunung Jati. Penggabungan itu dijelaskan dia, karena saat launching pada Kamis (24/5) kemarin, program layanan terpadu pelayanan SIM ini baru dapat dilaksanakan di enam polsek urban. Keenamnya yakni Mapolsek Arjawinangun,Palimanan, Weru, Astanajapura, Lemahabang, dan Losari.
Wakapolsek Weru AKP Edi Baryana menambahkan, dari jumlah puluhan pemohon, rata- rata peserta ujian yang lulus tidak sampai 50%.Seperti yang terjadi pada Kamis (24/5) kemarin di mana dari 22 peserta hanya empat orang yang dinyatakan lulus ujian. “Pelayanan ujian teori SIM ini hanya dilaksanakan setiap Selasa dan Kamis pukul 08.00- 15.00 WIB. Kalau berdasarkan data,memangtidaksampai50% peserta ujian lulus,”beber dia. Dalam pelaksanaan ujian teori SIM, setiap peserta diwajibkan menjawab 30 soal pilihan.
Pihak Polsek dibantu operator dari Polres dalam penyelenggaraannya dan sejauh ini diklaim belum ada kendala berarti. Sementara itu, salah seorang warga Agus, 25, mengungkapkan, inovasi yang dilakukan Polres Cirebon Kabupaten dalam program tersebut tergolong bagus. Hanya dia mengharapkan,kepolisian menindaklanjutinya dengan membuka ujian praktik SIM juga di tingkat polsek. “Bagus juga bisa mengikuti ujian teori SIM di Mapolsek, tapi kalau bisa ke depan ujian praktik pun dilaksanakan di Mapolsek untuk memudahkan masyarakat. Selain itu, diharapkan layanan semacam ini juga terbuka di setiap polsek yang ada di Kabupaten Cirebon,” ungkap dia.
Di Polsek Weru, sejak awal pelaksanaannya pada 8 Mei lalu, telah menerima rata-rata 19-32 pemohon.Mereka bukan hanya masyarakat yang berasal dari Kecamatan Weru, melainkan juga dari kecamatan lain seperti Plered, Kedawung,dan Gunung Jati. Penggabungan itu dijelaskan dia, karena saat launching pada Kamis (24/5) kemarin, program layanan terpadu pelayanan SIM ini baru dapat dilaksanakan di enam polsek urban. Keenamnya yakni Mapolsek Arjawinangun,Palimanan, Weru, Astanajapura, Lemahabang, dan Losari.
Wakapolsek Weru AKP Edi Baryana menambahkan, dari jumlah puluhan pemohon, rata- rata peserta ujian yang lulus tidak sampai 50%.Seperti yang terjadi pada Kamis (24/5) kemarin di mana dari 22 peserta hanya empat orang yang dinyatakan lulus ujian. “Pelayanan ujian teori SIM ini hanya dilaksanakan setiap Selasa dan Kamis pukul 08.00- 15.00 WIB. Kalau berdasarkan data,memangtidaksampai50% peserta ujian lulus,”beber dia. Dalam pelaksanaan ujian teori SIM, setiap peserta diwajibkan menjawab 30 soal pilihan.
Pihak Polsek dibantu operator dari Polres dalam penyelenggaraannya dan sejauh ini diklaim belum ada kendala berarti. Sementara itu, salah seorang warga Agus, 25, mengungkapkan, inovasi yang dilakukan Polres Cirebon Kabupaten dalam program tersebut tergolong bagus. Hanya dia mengharapkan,kepolisian menindaklanjutinya dengan membuka ujian praktik SIM juga di tingkat polsek. “Bagus juga bisa mengikuti ujian teori SIM di Mapolsek, tapi kalau bisa ke depan ujian praktik pun dilaksanakan di Mapolsek untuk memudahkan masyarakat. Selain itu, diharapkan layanan semacam ini juga terbuka di setiap polsek yang ada di Kabupaten Cirebon,” ungkap dia.