Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V, Kementerian Pekerjaan Umum, Krido Lucky Widyantoro, mengatakan, selama sidak, Menteri PU akan mengamati kesiapan infrastruktur jalan yang menjadi konsentrasi pemudik, khususnya yang menuju arah Surabaya dan Semarang melalui jalur Pantura.
"Itu penting, karena pelaksana proyek dan pemerintah memastikan seluruh kegiatan pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional akan dihentikan sementara pada H-14 Lebaran. Pengerjaan kembali akan dilanjutkan pada H+10 pasca Lebaran.
Menurut Krido, berdasar pantauan di lapangan, saat ini di sejumlah ruas jalur Pantura di Jatim masih melakukan sejumlah pengerjaan, seperti ruas Sedayu Lawas di Gresik-arah ke Tuban tepatnya di jalan Deandles, Ngopak Pasuruan- arah ke Banyuwangi serta sejumlah kegiatan peningkatan di arah Jember-Banyuwangi.
SK Menteri PU Nomor 391 Tahun 2009 menyebutkan, panjang jalan nasional di Jawa Timur 2.027,005 km yang meliputi Lintas Pantai Utara 469,296 km, Lintas Tengah 193,915 km, Lintas Selatan 620,067 km dan Jalur Penghubung Lintas 743,727 km.
Di jalur Pantura, sejumlah ruas yang kini tengah dilakukan peningkatan struktur diantaranya, Jalan Lohgung – Sadang, Sadang-Bts Kabupaten Gresik, pelebaran jalan batas Kota Lamongan – Bts Kota, peningkatan Pasuruan – Pilang, Bajulmati-Ketapang, peningkatan jalan Sidoarjo-Gempol, pelebaran jalan Gempol-Bangil, dan pembangunan Fly Over Pasar Kembang di Surabaya.
Untuk jalur tengah, ruas yang ditingkatkan strukturnya seperti jalan Jampirogo-Gemekan-Bts Kabupaten Jombang, pembangunan Fly Over Peterongan, peningkatan struktur jalan Waru – Taman – Krian Bypass, dan peningkatan struktur jalan batas Kabupaten Mojokerto-batas Kota Jombang. Sementara pada jalur selatan diantaranya, pelebaran Glonggong-Pacitan, pembangunan Pacitan-Sidomulyo, pelebaran jalan Blitar – Kepanjen, dan pelebaran jalan Kediri-Tulungagung.
Khusus sebagian jalan Pantura telah dirigid beton, seperti di Babat-Lamongan. Di ruas tersebut, kondisinya cukup baik untuk dilintasi pemudik. “Jalan pantura idealnya memang menggunakan rigid beton agar tidak cepat rusak. Pemerintah mengupayakan jalan pantura untuk dirigid beton semuanya.