Jakarta - Selain pasar tumpah, simpul kemacetan
arus mudik dari tahun ke tahun ada pada persimpangan dan perlintasan sebidang
kereta api. Tahun ini diprediksi makin parah karena jumlah kendaraan pemudik
meningkat drastis, sementara penambahan kapasitas jalan tidak signifikan.
Akibatnya petugas harus bekerja ekstra keras mengatur arus lalu lintas.
Berbagai
strategi disiapkan petugas, untuk mencegah terkuncinya arus. Antara lain dengan
sistem buka tutup dan pengalihan arus. Pemantauan arus lalu lintas menggunakan
CCTV juga dilakukan di sejumlah persimpangan tertentu. “Karena itu pemudik
diharapkan mematuhi arahan petugas di lapangan,” pesan Kepala Korps Lalu Lintas
Polri Irjen Pol Drs Pudji Hartanto, M.M.
Di lapangan,
Kepala Bagian Operasi Polres Purwakarta Komisaris Ridwan Efendi menyebutkan,
petugas telah menyiapkan sejumlah skema penanganan kemacetan arus mudik.
“Tetapi tetap dibutuhkan dukungan jalur alternatif dan kerjasama semua pihak,”
katanya.
Menurutnya,
Cikopo-Cikampek yang merupakan ruas penghubung Tol Jakarta-Cikampek dengan
Jalur Pantura menjadi penghambat utama arus lalu lintas. Mengapa? Karena dari
jalan tol yang memiliki lima jalur langsung menyempit menjadi tiga lajur di
ruas Cikopo-Cikampek dan menyempit lagi menjadi dua lajur di Jalur Pantura.
Kapala
Polres Purwakarta AKBP Bahtiar Ujang menambahkan jalur alternatif dibutuhkan
untuk mendukung jalur utama. Tetapi, sampai dengan akhir Juli lalu, jalur
alternatif seperti ruas Sadang-Cibatu dan Jatiluhur-Wanayasa belum sepenuhnya
siap dilalui.
“Masih perlu perbaikan dan penambahan rambu-rambu serta penerang jalan,” sebutnya.
“Masih perlu perbaikan dan penambahan rambu-rambu serta penerang jalan,” sebutnya.
Bahtiar
mengimbau sejumlah perusahaan yang memiliki pabrik di sepanjang jalur utama dan
alternatif sudah mulai meliburkan karyawan pada H-5. “Keluar masuk mobil
antarjemput karyawan dan angkutan yang mangkal mencari penumpang di sekitar
pabrik jadi sumber kemacetan,” kata Bahtiar seraya menambahkan pihaknya telah
menyebarkan imbauan tersebut kepada pabrik-pabrik di Purwakarta.
Hambatan
juga terjadi di jalan tol. Menurut Kepala Subbagian Pelayanan Lalu Lintas PT
Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Andrie Kustiawan, saat ini ada perbaikan jalan di
ruas Pasteur-Buah Batu di Kota Bandung, yang diperkirakan baru akan selesai
Desember 2012. “Di sana, kami akan memasang CCTV dan rambu-rambu serta menambah
jumlah petugas untuk mengatur arus lalu lintas,” katanya.
Seperti
tahun-tahun lalu Jasa Marga juga akan mengoptimalkan peran Gerbang Tol
Jatiluruh dan Sadang di Purwakarta guna mengalihkan arus dari jalur utama ke
jalur alternatif (Sadang-Kalijati-Subang dan Jatiluhur-Wanayasa) ke arah
Cirebon atau wilayah Jawa Tengah.
Perlintasan Kereta
PT KAI
mengidentifikasi terdapat belasan perlintasan jalan sebidang kereta api yang
berpotensi menimbulkan kemacetan arus mudik. Terbanyak berada di jalur tengah (Brebes-Purwokerto-Yogyakarta),
yang beberapa di antaranya tak dilengkapi palang pengaman.
PT KAI Daop V
Purwokerto, misalnya, akan mengerahkan petugas tambahan sebanyak 68 personil dan
pemasangan rambu-rambu portable untuk
meminimalisir kemacetan di sekitar perlintasan kereta. “Kami berharap warga dan
pengendara kendaraan bermotor yang hendak melalui perlintasan berhati-hati,
sabar, dan tidak saling serobot,” kata Manajer Humas Daop V Purwokerto Surono.
Surono
menambahkan, di wilayah Purwokerto tercatat terdapat 300 lebih perlintasan
kereta api sebidang, sementara yang telah dilengkapi dengan palang pintu
pengaman hanya 93 perlintasan. Potensi kemacetan dan ancaman keselamatan semakin
besar mengingat frekuensi perjalanan kereta api di musim lebaran meningkat
tajam.
Penambahan rangkaian dilakukan setiap tahun untuk mengangkut pemudik sehingga rata-rata setiap 16 menit ada satu rangkaian lewat di wilayah Daop V Purwokerto. “Semua harus waspada,” imbau Surono.
Penambahan rangkaian dilakukan setiap tahun untuk mengangkut pemudik sehingga rata-rata setiap 16 menit ada satu rangkaian lewat di wilayah Daop V Purwokerto. “Semua harus waspada,” imbau Surono.
Persimpangan dan Perlintasan KA
Berikut ini
daftar persimpangan dan perlintasan sebidang kereta api yang sering menjadi
simpul kemacetan di Jalur Pantura dan Jalur Tengah.
Cikampek: Pintu Tol Cikopo, Simpang III Cikampek, Simpang
Jomin
Subang: Simpang Cilamaya, Simpang Kalijati, Simpang
Ciasem
Sumedang: Simpang Kopo, Simpang Wado
Majalengka: Simpang Jatitujuh, Simpang arah
Cikijing
Brebes: Simpang Ciawi Gebang, Keluar Tol Pejagan, Prupuk.
Purwokerto: Lintasan KA Sumpiuh, Randegan
Kebumen: Lintasan Karanganyar, Sruweng,
Kutowinangun