Bekasi-Rusuh yang terjadi di pintu tol Jatibening, Bekasi, menyebabkan aktivitas tol berhenti. Tak hanya itu, polisi pun sampai mengamankan Petugas Jasa Marga agar tak menjadi sasaran amuk massa.
Untuk mencegah amuk massa semakin masif dan meluas, petinggi Polda Metro Jaya pun turun tangan ke lapangan. Rencananya, Wakil Kapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Suhardi Alius akan terlibat negosiasi dengan warga.
"Wakapolda mendatangi TKP untuk berkomunikasi dengan massa. Agar tidak bekepanjangan," kata Wakil Kepala Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Wahyono.
Saat ini, negosiasi masih dilakukan oleh petugas polisi dan petugas Jasa Marga. Pintu tol Jatibening pun sudah dibuka dan dapat dilalui kembali.
Aksi protes ini dilakukan terkait penertiban yang dilakukan Jasa Marga dengan melarang akses naik turunnya penumpang di kawasan itu. Warga biasa menyebutnya terminal bayangan. Lokasi ini berada tepat di exit tol Jatibening, Pondok Gede, Bekasi.
Memang banyak warga yang menjadi tukang ojek mencari keuntungan dari kehadiran akses terminal bayangan ini. Belum lagi warga yang membuka tempat penitipan motor dan berjualan di sekitar Tol Jatibening.
Tetapi menurut Direktur Operasional Jasa Marga, Adityawarman, penertiban terminal bayangan ini sudah sesuai aturan. Menurut Adityawarman, dalam 5 menit, biasanya ada 26 bus berhenti untuk menurunkan dan menaikan penumpang di terminal bayangan di jalan tol itu.
"Kami tetap harus menutup akses ini dan pembiaran itu akan salah. Kalau tidak, kami akan dituntut bila terjadi kecelakaan," kada Adityawarman, Jumat, 6 Juli 2012 lalu.
Untuk mencegah amuk massa semakin masif dan meluas, petinggi Polda Metro Jaya pun turun tangan ke lapangan. Rencananya, Wakil Kapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Suhardi Alius akan terlibat negosiasi dengan warga.
"Wakapolda mendatangi TKP untuk berkomunikasi dengan massa. Agar tidak bekepanjangan," kata Wakil Kepala Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Wahyono.
Saat ini, negosiasi masih dilakukan oleh petugas polisi dan petugas Jasa Marga. Pintu tol Jatibening pun sudah dibuka dan dapat dilalui kembali.
Aksi protes ini dilakukan terkait penertiban yang dilakukan Jasa Marga dengan melarang akses naik turunnya penumpang di kawasan itu. Warga biasa menyebutnya terminal bayangan. Lokasi ini berada tepat di exit tol Jatibening, Pondok Gede, Bekasi.
Memang banyak warga yang menjadi tukang ojek mencari keuntungan dari kehadiran akses terminal bayangan ini. Belum lagi warga yang membuka tempat penitipan motor dan berjualan di sekitar Tol Jatibening.
Tetapi menurut Direktur Operasional Jasa Marga, Adityawarman, penertiban terminal bayangan ini sudah sesuai aturan. Menurut Adityawarman, dalam 5 menit, biasanya ada 26 bus berhenti untuk menurunkan dan menaikan penumpang di terminal bayangan di jalan tol itu.
"Kami tetap harus menutup akses ini dan pembiaran itu akan salah. Kalau tidak, kami akan dituntut bila terjadi kecelakaan," kada Adityawarman, Jumat, 6 Juli 2012 lalu.