Batu raksasa, sebesar gajah, itu dibiarkan "telanjang". Sedikit saja bergeser, maka batu gunung itu akan meluncur bebas menghantan pengendara di belakang truk.
Anehnya, truk-truk "tak berperikemanusiaan" itu melenggang-kangkung, bebas, tanpa sempritan aparat.
Mereka
juga seenaknya menerobos, tak peduli di saat puncak kepadatan. Aksi
truk-truk itulah yang menjadi penyebab utama kemacetan setiap saat di
Makassar.
Belum lagi kalau truk yang rata-rata sudah rongsokan itu mogok, maka kemacetannya bisa berbuntut panjang dan lama.
