Waspadai Daerah Rawan Aksi Kriminal

09:58

 
 
Waspadai Daerah Rawan Aksi Kriminal










CIREBON - Enam Kepolisian Resor (Polres) sepakat bekerja sama dan berkoordinasi untuk mengatasi kemacetan dan masalah-masalah selama arus mudik dan arus balik Idulfitri.
 
Enam polres itu adalah Polresta Cirebon, Polres Cirebon, Polres Kuningan, Polres Majalengka, Polres Indramayu, dan Polres Brebes (Jawa Tengah). Kesepakatan kerja sama itu ditetapkan dengan penandatanganan surat kesepakatan (memorandum of understanding) enam Kepala Polres (Kapolres) di Gedung Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, pekan lalu.

Menurut Kapolres Cirebon, AKBP Hero Henrianto Bachtiar, kerja sama itu terutama dilakukan untuk koordinasi buka-tutup arus jalan selama arus mudik dan arus balik. Misalnya proses buka-tutup arus lalu lintas di tol Kanci, dari Kabupaten Cirebon menuju Jawa Tengah. Dua polres, Polres Cirebon dan Polres Brebes, saling berkoordinasi 30 menit sebelum pelaksanaan buka-tutup arus di tol Kanci.

Kapolres Brebes, AKBP Kif Aminanto, mengatakan ada dua jalur yang harus diatur di Kanci menuju Jawa Tengah. "Kami mengatur agar para pemudik yang menuju ke selatan lewat Yogyakarta untuk masuk tol sedangkan yang menuju ke utara supaya lurus lewat jalur Pantura tak ada belok-belok," kata Kif.

Kesepakatan ini juga menyebutkan agar kedua polres saling membagi akses CCTV sehingga saling mengetahui situasi arus lalu lintas.

Kesepakatan antara Polres Cirebon dan Polresta Cirebon salah satunya adalah sistem buka-tutup arus jalan dari Kapetakan (Kabupaten Cirebon) menuju Kota Cirebon hanya berlangsung siang hingga sore hari. Alasannya, pada malam hari jalur Karangampel-Kapetakan rawan kriminalitas.

Demikian juga buka-tutup arus dari Kota Cirebon di Tiga Berlian ke Kapetakan. Selain Kapetakan, rakor ini menyebutkan tiga lokasi jalur mudik lain yang rawan kriminalitas, Kedawung, Beber, dan Losari.

Buka-tutup arus dengan Polres Kuningan terutama untuk jalur-jalur ke arah tempat wisata di Kabupaten Kuningan. Demikian pula kerja sama dengan Polres Majalengka. Koordinasi juga dilakukan dalam penempatan personel.

"Personel yang ada di jalur yang tak telalu ramai dipindahkan ke jalur yang lebih ramai. Saling membantu," kata Hero.

Adanya koordinasi lima polres, ujar Hero, diharapkan bisa membantu pemudik. "Kami tidak mau saat para pemudik butuh polisi tapi polisinya tidak ada," katanya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »