
Jakarta – Nenek penjual kopi tewas mengenaskan ditabrak truk sampah milik Dinas Kebersihan DKI Jakarta di Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (14/8) sore. Yahyem bin Sadiok, 56 tewas akibat perutnya pecah terlindas ban truk.
Sementara, sopir dan kenek truk kabur begitu melihat nenek asal Purwodadi itu tewas di bawah kolong truk. Hendak, tukang parkir, mengatakan, truk sampah yang beroprasi di kawasan Kelapa Gading itu hendak parkir dengan berjalan mundur, sekitar pukul: 16.00.
Sang sopir tidak mengetahui di belakang truk B 9629 UT itu korban sedang melintas membawa dagangan kopi yang disimpan dalam tas kresek. Karena truk mundur terlalu cepat korban langsung tersuruk masuk kekolong truk hingga kaki dan perutnya hancur dilindas ban belakang.
Warga sekitar yang ada di lokasi kemudian berteriak melihat peristiwa itu. Sang sopir bersama keneknya langsung kabur. “Posisi truknya mau parkir. Tapi mungkin tidak melihat ada ibu itu di belakang, sehingga terlindas,” ujar Agus.
Menurut Agus, korban dikenal sebagai penjual kopi di lokasi tersebut. Saat peristiwa terjadi Yahyem yang mengenakan pakaian hitam hanya membawa bungkusan plastik.
Kini truk yang penuh berisi sampah masih di lokasi, sedangkan jenazah korban kemudian dibawa petugas Lakalantas ke RSCM untuk di otopsi.
Suami korban, Bambang, 60 yang mengetahui istrinya tewas menangis dilokasi. Ia bingung orang yang menemaninya selama 30 tahun tewas dengan kondisi mengenaskan.
Akibat kecelakaan itu, kemacetan sempat terjadi dari Jl Pegangsaan Dua, Kelapa Gading maupun sebaliknya, karena baru dievakuasi 1 jam kemudian.
Sementara, sopir dan kenek truk kabur begitu melihat nenek asal Purwodadi itu tewas di bawah kolong truk. Hendak, tukang parkir, mengatakan, truk sampah yang beroprasi di kawasan Kelapa Gading itu hendak parkir dengan berjalan mundur, sekitar pukul: 16.00.
Sang sopir tidak mengetahui di belakang truk B 9629 UT itu korban sedang melintas membawa dagangan kopi yang disimpan dalam tas kresek. Karena truk mundur terlalu cepat korban langsung tersuruk masuk kekolong truk hingga kaki dan perutnya hancur dilindas ban belakang.
Warga sekitar yang ada di lokasi kemudian berteriak melihat peristiwa itu. Sang sopir bersama keneknya langsung kabur. “Posisi truknya mau parkir. Tapi mungkin tidak melihat ada ibu itu di belakang, sehingga terlindas,” ujar Agus.
Menurut Agus, korban dikenal sebagai penjual kopi di lokasi tersebut. Saat peristiwa terjadi Yahyem yang mengenakan pakaian hitam hanya membawa bungkusan plastik.
Kini truk yang penuh berisi sampah masih di lokasi, sedangkan jenazah korban kemudian dibawa petugas Lakalantas ke RSCM untuk di otopsi.
Suami korban, Bambang, 60 yang mengetahui istrinya tewas menangis dilokasi. Ia bingung orang yang menemaninya selama 30 tahun tewas dengan kondisi mengenaskan.
Akibat kecelakaan itu, kemacetan sempat terjadi dari Jl Pegangsaan Dua, Kelapa Gading maupun sebaliknya, karena baru dievakuasi 1 jam kemudian.
Sumber: Poskotanews