Jakarta:
Tahun ini, jumlah penumpang yang mudik dan diberangkatkan dari Terminal
Bus Tanjung Priok diperkirakan akan naik 5 persen dari tahun lalu yang
mencapai 27.682 penumpang.
Kepala Terminal Bus Tanjung Priok, Pattikawa, mengatakan tahun lalu, sekitar 10 persen atau 2.547 penumpang menggunakan bus-bus tujuan jarak sedang atau jauh ke Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. "Tahun inipun kami memperkirakan trennya akan sama.
Untuk mengangkut semua penumpang itu, menurut Pattikawa, Terminal Bus Tanjung Priok akan menyiapkan 170 armada bus luar kota. "Selain itu, kami juga akan menyiapkan 20 armada bus cadangan," ujarnya.
Di Terminal Tanjung Priok, puncak arus mudik dia prediksi akan dimulai pada H-9, yakni pada 10 Agustus. Karena itu, pengelola terminal akan meningkatkan pengamanan dengan uji kelaikan pada bus-bus yang akan diberangkatkan.
Kepala Terminal Bus Tanjung Priok, Pattikawa, mengatakan tahun lalu, sekitar 10 persen atau 2.547 penumpang menggunakan bus-bus tujuan jarak sedang atau jauh ke Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. "Tahun inipun kami memperkirakan trennya akan sama.
Untuk mengangkut semua penumpang itu, menurut Pattikawa, Terminal Bus Tanjung Priok akan menyiapkan 170 armada bus luar kota. "Selain itu, kami juga akan menyiapkan 20 armada bus cadangan," ujarnya.
Di Terminal Tanjung Priok, puncak arus mudik dia prediksi akan dimulai pada H-9, yakni pada 10 Agustus. Karena itu, pengelola terminal akan meningkatkan pengamanan dengan uji kelaikan pada bus-bus yang akan diberangkatkan.
"Yang akan diuji adalah rem, stir, ban, lampu penerangan, dan kondisi bus lainnya, apakah layak jalan atau tidak," kata Pattikawa. Selain itu, sopir-sopir bus jarak jauh yang akan berangkat juga akan dites urine.
Untuk perjalanan mudik tahun ini, menurut Pattikawa, tidak akan ada kenaikan harga tiket. Harga tiket batas atas sebesar Rp 139 per kilometer dan tiket batas bawah Rp 86 per kilometer.