Waspadai Jalur Alternatif, Rawan Laka

12:33


Jakarta - Data musim mudik tahun lalu menunjukkan mayoritas kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur-jalur alternatif.

Para pemudik diminta berhati-hati dalam perjalanan pulang ke kampung halaman, terutama di jalur-jalur alternatif. Berdasarkan data musim mudik dan balik pada tahun lalu, mayoritas angka kecelakaan pemudik terjadi di jalur alternatif.

"Sejak tahun 2011, angka kecelakaan lalu lintas banyak terjadi di jalur-jalur alternatif," ujar Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Irjen Pudji Hartanto seusai apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat di Silang Monas, Jakarta, kemarin.

Pudji mencontohkan jalur mudik yang rawan kecelakaan, yaitu ruas sejak pintu keluar Tol Cipularang ke Cikamurang arah Kalijati, Cirebon, Jawa Barat. Selain itu, jalur dari Sadang menuju Kalijati, dan jalur baru di Gengtong, Nagreg, yang masih dalam tahap penyelesaian.

Jalan-jalan alternatif di jalur pantai utara (pantura) Jawa juga rawan kecelakaan. "Penyebab utama kecelakaan di jalur alternatif itu ialah pengemudi tidak mengetahui karakteristik jalan," paparnya.

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, lanjut Pudji, di jalur-jalur alternatif itu pihaknya sudah menyiapkan pos pengamanan dan rambu-rambu lalu lintas, lampu penerangan, dan petunjuk jalan.

Terkait dengan kelancaran arus mudik, PT Jasa Marga akan membuka 14 gardu dari total 8 unit gardu utama di pintu keluar Tol Cikampek.

Menurut Direktur Operasi Jasa Marga Hasanudin, kalau misalnya dengan jumlah gardu itu masih juga belum cair dan antrean mencapai 2 kilometer, pemudik akan dialihkan ke gerbang Tol Kalihurip Selatan dan gerbang Tol Sadang.

"Kemudian jika di pintu keluar Tol Kalihurip juga sudah terjadi penumpukan, pemudik yang akan menuju jalur pantura disarankan keluar di gerbang Tol Kalihurip Utara," terangnya.

Selanjutnya, jika kepadatan kendaraan sudah mencapai Simpang Susun Dawuan, pengguna jalan tol yang hendak menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur disarankan belok ke arah Tol Cipularang dan keluar di gerbang Tol Sadang. Sampai di perempatan Sadang, pemudik bisa lurus dan masuk pantura melalui Subang, Cikamurang, Kadipaten, dan Cirebon.

88.320 personel
Pada bagian lain, demi kelancaran dan keamanan dalam musim mudik dan balik Lebaran tahun ini, Polri telah menyiagakan 88.320 personel yang tersebar di seluruh kepolisian daerah.

"Semua anggota Polri, saya instruksikan siapkan mental, fisik, dan komitmen moral. Ini operasi kemanusiaan sehingga perlu pelayanan yang humanis," ujar Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Silang Monas, Jakarta.

Seiring dengan Polri, Kementerian Perhubungan membuat posko tingkat nasional untuk memantau dan mengendalikan arus lalu lintas dan angkutan Lebaran. Menurut Menteri Perhubungan EE Mangindaan, posko tersebut juga menjadi sarana koordinasi antarinstansi di luar pemerintah dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran.

Lebih lanjut Mangindaan menjelaskan posko tersebut menyediakan informasi seperti data pergerakan berbagai moda transportasi, penumpang, serta kecelakaan. Dalam posko tersebut pun ditempatkan monitor-monitor yang terhubung dengan CCTV di jalur-jalur mudik untuk memantau kondisi di ruas-ruas jalan, terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan, dan bandara.

Sumber: MediaIndonesia.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »