Waspadai Kejahatan di Dalam Bus

21:16


Sidoarjo - Penumpang bus diimbau waspada kemungkinan terjadinya sejumlah bentuk kejahatan termasuk aksi pembiusan. Mereka diminta menolak pemberian makanan dan minuman dari orang yang baru dikenal.

Pengelola Terminal Purabaya Waru memastikan tahun lalu tidak ditemukan laporan aksi pembiusan penumpang bus yang berangkat dari Terminal Purabaya Waru.

Kapolsek Waru, Kompol Harry Poerwanto menyatakan 50 polisi telah bersiaga di Pos Pelayanan Operasi Ketupat 2012 di Terminal Purabaya. Sebagian polisi itu tanpa berseragam dinas dan disebar ke beberapa titik terminal Purabaya.

“Kami selalu koordinasi dengan Polres Tanjung Perak untuk mengetahui kedatangan penumpang kapal yang hendak menuju terminal Purabaya,”cetusnya dihubungi wartawan,Selasa (14/8/2012).

Dengan mengetahui jadwal kedatangan kapal ini,pihaknya langsung bersiaga begitu para penumpang kapal ini tiba di Terminal Purabaya. Upaya ini,guna mengantisipasi terjadinya aksi penipuan diantarnya dengan modus pembiusan. “Untuk mencegah pembiusan,sebaiknya penumpang menolak pemberian makanan dan minuman dari orang yang baru dikenalnya,” beber Harry.

Harry menyatakan belum menerima laporan aksi pembiusan hingga H-5 Lebaran,di Terminal Purabaya Waru. Tahun lalu, pihaknya juga tidak menerima laporan aksi pembiusan ini. “Ada kejadian,namun itu hanya kiriman,yakni dilakukan saat penumpang bus naik menuju terminal Purabaya,”tandas Harry Poerwanto.

Berdasarkan pengalaman di tempat lain,Harry menyebut jika aksi pembiusan biasanya dilakukan pelaku dengan memberikan minuman berwarna ke calon korbannya.Dia berharap para penumpang bus segera melapor ke polisi dan petugas terminal jika mereka melihat gelagat mencurigakan dari orang yang tidak dikenalnya.

Secara terpisah,Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Terminal Purabaya May Ronald menyatakan lonjakan penumpang telah berlangsung sejak H-7 lalu. Kala itu jumlah penumpang yang melalui Terminal Purabaya tembus hingga angka 54.000 orang.

“Karena itu kami juga meningkatkan kewaspadaan mencegah adanya aksi kejahatan dengan berkoordinasi dengan polisi dan TNI,”cetusnya dihubungi wartawan,Selasa sore.

Menurut Ronald,pihaknya bakal menempatkan petugas di titik kedatangan bus. Upaya ini misalnya saat ada kedatangan penumpang bus kota. “Ini untuk mengantisipasi jangan sampai ada penumpang yang kebingungan begitu turun dari bus. Petugas kami siap membantu untuk memberikan penjelasaan yang dibutuhkan,”tandas May Ronald.

Soal kemungkinan adanya aksi pembiusan,Ronald menyatakan bakal memberikan himbuan agar para penumpang bus tetap waspada.Caranya dengan mewaspadai pemberian makanan dan minuman dari orang yang tidak dikenal.”Himbauan ini kami sampaikan lewat pengeras suara agar bisa didengar para penumpang bus saat hendak melanjutkan perjalanannya,”pungkas May Ronald.

Sumber: Suryaonline

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »