
Dalam aksinya, warga memblokade akses jalur utama TTU Pertamina. Dengan membentangkan sejumlah poster sambil bergantian berorasi di tengah jalan.
Akibat aksi ini, tangki-tangki Pertamina tidak bisa keluar untuk menyalurkan BBM ke sejumlah SPBU. Demikian halnya truk tangki yang berada di luar juga tidak dapat masuk ke TTU.
"Warga sudah jengkel karena selalu dibohongi oleh Pertamina. Janji-janjinya tidak pernah ditepati dan selama ini tidak pernah peduli dengan warga sekitar," kata Hasim, salah satu warga dalam orasinya.
Kegeraman warga terhadap Pertamina juga akibat kerapnya bau busuk keluar dari TTU. Tak jarang, warga mengeluh sesak dan muntah-muntah ketika TTU Pertamina kentut.
"Hampir setiap hari ada bau busuk keluar dari pertamina. Tapi, warga tidak pernah mendapat kompensasi apapun. Bahkan, acara agustusan saja Pertamina mengabaikan proposal dari warga," sambungnya.
Yang lebih parah lagi, ujar Hasim, ada seorang ibu meninggal dunia akibat penyakit yang makin parah setelah menghirup bau busuk dari TTU Pertamina.
"Namanya Ernawati. Awalnya sudah sakit sesak, kemudian sampai dibawa ke rumah sakit di Surabaya setelah mencium bau busuk. Dan dalam perawatan, ia akhirnya meninggal dunia," ungkapnya.
Hingga pukul 09.00 WIB, demo warga masih berlangsung. Mereka mengaku tidak akan membubarkan diri sebelum perwakilan dari Pertamina datang menemui warga untuk berembug soal keluhan warga.