Palembang - Rencana pembangunan Jembatan Musi III terus menjadi pembicaraan di kalangan pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Namun proyek raksasa yang diperkirakan menelan dana sekitar Rp 6 triliun ini, belum ada kepastian kapan pelaksanaannya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kota Palembang, Ahmad Taruna Jaya, memaparkan hasil studi tim New Bridge Jepang di ruang rapat II Walikota Palembang.
Dari pemaparan tersebut tergambar sikap pesimis mengenai dari sisi pendanaan.
Ahmad mengatakan, pada dasarnya pembangunan bisa diselesaikan dalam jangka waktu dua tahun. Namun itu sangat tergantung ketersediaan dana yang diperlukan sebesar Rp 6 triliun.
“Dana sebesar Rp 6 triliun mustahil bisa dianggarakan dalam satu tahun melalui APBN maupun APBD,” ujar Ahmad pada acara paparan tersebut, Senin (1/10/2012).
Menurut dia, anggaran Rp 6 triliun untuk membangun jembatan ini mengalami pembengkakan, karena jarak bentang jembatan tersebut didesain lebih panjang dan lebar dibanding Jembatan Ampera.
Karena struktur jembatan lebih panjang dan lebar, kata dia, maka pembangunan memerlukan dana sekitar Rp 5 triliun ditambah sekitar Rp 750 miliar untuk pembebasan lahan.
Selain jarak bentang jembatan yang panjang dan lebar, tiang jembatan pun akan di buat lebih tinggi.
Ini mengingat kondisi arus sungai dan mengenang sejarah Sungai Musi yang merupakan area lalu lalang kapal perang dan dagang pada masanya.
“Kita masih menunggu hasil studi pada akhir Desember ini. Kalau pihak Jepang akan membangunannya mereka akan mereview. Tiang jembatan akan lebih tinggi dari rencana semula, yakni 54 meter,” jelasnya.
Dikatakan, setelah mengetahui hasil studi pada akhir Desember oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III (mewakili PU Bina Marga) nanti, Pemerintah Jepang juga akan melakukan studi kembali untuk master plan pembangunan jembatan tersebut.
Mengingat Jepang ahli dalam bidang ini, tidak menutup kemungkinan hasil studi mereka merekomendasikan kemungkinan-kemungkinan lain, termasuk mencari lokasi di mana yang paling tepat dibangun.
“Intinya sekarang kita masih dalam tahap studi. Belum pasti kapan dan oleh siapa jembatan ini akan dibangun. Yang kita tahu, Palembang sudah sangat mendesak dibangun jembatan Musi III mengingat Jembatan Ampera yang sudah uzur,” katanya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kota Palembang, Ahmad Taruna Jaya, memaparkan hasil studi tim New Bridge Jepang di ruang rapat II Walikota Palembang.
Dari pemaparan tersebut tergambar sikap pesimis mengenai dari sisi pendanaan.
Ahmad mengatakan, pada dasarnya pembangunan bisa diselesaikan dalam jangka waktu dua tahun. Namun itu sangat tergantung ketersediaan dana yang diperlukan sebesar Rp 6 triliun.
“Dana sebesar Rp 6 triliun mustahil bisa dianggarakan dalam satu tahun melalui APBN maupun APBD,” ujar Ahmad pada acara paparan tersebut, Senin (1/10/2012).
Menurut dia, anggaran Rp 6 triliun untuk membangun jembatan ini mengalami pembengkakan, karena jarak bentang jembatan tersebut didesain lebih panjang dan lebar dibanding Jembatan Ampera.
Karena struktur jembatan lebih panjang dan lebar, kata dia, maka pembangunan memerlukan dana sekitar Rp 5 triliun ditambah sekitar Rp 750 miliar untuk pembebasan lahan.
Selain jarak bentang jembatan yang panjang dan lebar, tiang jembatan pun akan di buat lebih tinggi.
Ini mengingat kondisi arus sungai dan mengenang sejarah Sungai Musi yang merupakan area lalu lalang kapal perang dan dagang pada masanya.
“Kita masih menunggu hasil studi pada akhir Desember ini. Kalau pihak Jepang akan membangunannya mereka akan mereview. Tiang jembatan akan lebih tinggi dari rencana semula, yakni 54 meter,” jelasnya.
Dikatakan, setelah mengetahui hasil studi pada akhir Desember oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III (mewakili PU Bina Marga) nanti, Pemerintah Jepang juga akan melakukan studi kembali untuk master plan pembangunan jembatan tersebut.
Mengingat Jepang ahli dalam bidang ini, tidak menutup kemungkinan hasil studi mereka merekomendasikan kemungkinan-kemungkinan lain, termasuk mencari lokasi di mana yang paling tepat dibangun.
“Intinya sekarang kita masih dalam tahap studi. Belum pasti kapan dan oleh siapa jembatan ini akan dibangun. Yang kita tahu, Palembang sudah sangat mendesak dibangun jembatan Musi III mengingat Jembatan Ampera yang sudah uzur,” katanya.
Sumber: Sripoku