Terminal Lebak Bulus Dipindah Pertengahan Oktober Ini

16:51

Jakarta - Pembangunan protek mass rapid transit (MRT) memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memindahkan aktivitas terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono mengemukakan, seluruh aktivitas di terminal Lebak Bulus bisa pindah ke terminal Kampung Rambutan, Pulogadung dan Kalideres.

"Kira-kira pertengahan Oktober ini semua aktivitas di sana bisa pindah. Kami sudah menyosialisasikan kepada pekerja terminal," kata Udar di Jakarta, Minggu (30/9/2012).

Pemindahan aktivitas di terminal Lebak Bulus itu menyusul rencana pengumuman paket proyek bawah tanah senilai Rp 4 triliun hingga Rp 4,5 triliun. Rencananya, pemenang tender proyek diumumkan pada 11 Oktober.

Akhir pekan lalu, Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo mengatakan, kandidat pemenang tender untuk paket proyek ini adalah perusahaan Jepang, Shimitzu, yang bekerja sama dengan perusahaan konstruksi Obayashi, Wijaya Karya, dan Jaya Konstruksi.

Kandidat berikutnya adalah konsorsium Sumitomo Mitsui Contrantion Company (SMCC) yang bekerja sama dengan Hutama Karya Joint Operation.

Usai pengumuman pemenang tender proyek, barulah enam bulan berikutnya pengerjaan proyek dimulai. Pembangunan MRT tahap I dibangun pada koridor selatan-utara sepanjang 15,7 kilometer dari Lebak Bulus ke Bundaran Hotel Indonesia.

Di sepanjang koridor ini, pelaksana proyek melengkapi 13 stasiun yang terdiri atas tujuh stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah. Proyek ini ditargetkan selesai akhir tahun 2016.

Proyek MRT ini pun berbekal pinjaman dana Japan International Coorporation Agency (JICA) sebesar 120 miliar yen atau Rp 15 triliun. Berbekal keputusan Menteri Koordinator Perekonomian pada 2005 tentang kebijakan pelaksanaan infrastruktur untuk pembangunan MRT, pembagian beban pembayaran pinjaman berada di tangan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi DKI Jakarta. Pemprov DKI akan membayar sebesar 58 persen, dan pemerintah pusat mendapat beban pembayaran senilai 42 persen.

Sebelumnya, PT MRT Jakarta sudah meresmikan lima pengerjaan persiapan MRT pada 26 April lalu. PT MRT Jakarta kemudian langsung mengadakan lelang untuk enam paket (tiga paket underground dan tiga paket elevated) pengerjaan konstruksi sipil pada Mei 2012 lalu.

Proses lelang konstruksi sipil untuk tiga paket bawah tanah (underground) telah rampung dan MRT telah mengantongi nominasi konsorsium yang akan diklarifikasi terlebih dahulu. Kemudian pengumuman calon pemenang paket pekerjaan bawah tanah akan diumumkan pada 11-12 Oktober 2012.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »