
Jakarta - Puluhan bekas peti ayam dibiarkan menumpuk di sekitar lampu merah Pangkalan Jati, Kalimalang, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (6/11) pagi.
Yanto, 53, penjaga warung sekitar, mengatakan, dirinya mendapati tumpukan peti ayam tersebut sejak subuh. Di mana ketika itu dirinya hendak membuka warung kelontong miliknya yang berdiri di sekitar lampu merah tersebut.
“Saya dengar dari tetangga, mobil pembawa peti ayamnya kecelakaan dini hari tadi. Tapi biar bagaimana pun seharusnya segera dibersihkan dong. Kalau dibiarkan berlama-lama malah membuat kotor, dan pemandangannya jadi enggak bagus,” ujarnya, pada Pos Kota.
Lurah Pondok Bambu, Budhi Novian, yang dihubungi melalui telepon selularnya (ponsel) , membenarkan, tumpukan peti ayam tersebut terjadi lantaran truk pembawa peti ayam tersebut kecelakaan sekitar pukul 12:00 malam. Namun dirinya tidak mengetahui bila ternyata puluhan peti ayam itu dibiarkan menumpuk berlama-lama.
“Akan saya cek ke lapangan. Nanti saya koordinasikan bersama petugas terkait. Soal korban semalam, saya belum monitor kembali,” tandasnya.
Pemantauan di lapangan, puluhan peti ayam tersebut hingga pukul 10.00, menumpuk tepat di sekitar tiang lampu merah Pangkalan Jati. Bulu-bulu ayam juga tampak bertebaran di sekitarnya. Tak jauh dari lokasi itu, berdiri sebuah Pos Polisi. Hingga pukul 10:00 WIB, belum ada satu petugas pun yang datang membereskannya. Pemandangan ini menarik perhatian para pengendara yang melintas di sekitarnya.
Yanto, 53, penjaga warung sekitar, mengatakan, dirinya mendapati tumpukan peti ayam tersebut sejak subuh. Di mana ketika itu dirinya hendak membuka warung kelontong miliknya yang berdiri di sekitar lampu merah tersebut.
“Saya dengar dari tetangga, mobil pembawa peti ayamnya kecelakaan dini hari tadi. Tapi biar bagaimana pun seharusnya segera dibersihkan dong. Kalau dibiarkan berlama-lama malah membuat kotor, dan pemandangannya jadi enggak bagus,” ujarnya, pada Pos Kota.
Lurah Pondok Bambu, Budhi Novian, yang dihubungi melalui telepon selularnya (ponsel) , membenarkan, tumpukan peti ayam tersebut terjadi lantaran truk pembawa peti ayam tersebut kecelakaan sekitar pukul 12:00 malam. Namun dirinya tidak mengetahui bila ternyata puluhan peti ayam itu dibiarkan menumpuk berlama-lama.
“Akan saya cek ke lapangan. Nanti saya koordinasikan bersama petugas terkait. Soal korban semalam, saya belum monitor kembali,” tandasnya.
Pemantauan di lapangan, puluhan peti ayam tersebut hingga pukul 10.00, menumpuk tepat di sekitar tiang lampu merah Pangkalan Jati. Bulu-bulu ayam juga tampak bertebaran di sekitarnya. Tak jauh dari lokasi itu, berdiri sebuah Pos Polisi. Hingga pukul 10:00 WIB, belum ada satu petugas pun yang datang membereskannya. Pemandangan ini menarik perhatian para pengendara yang melintas di sekitarnya.