Integrasi Kopaja di Jalur TransJ Sudah Beroperasi

16:25
Jakarta  -Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memenuhi rencananya menggabungkan Transjakarta dengan dua operator bus sedang, Kopaja dan Metromini. Sebanyak 20 unit Kopaja sudah mulai beroperasi keluar-masuk di jalur eksklusif milik bus-bus Transjakarta, Selasa 22 Januari 2013.

"Untuk Metromini, baru tiga minggu lagi bisa mencapai 20 unit," kata Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Udar Pristono di Lapangan Monas, Jakarta.

Dengan adanya integrasi itu, Pristono menambahkan, frekuensi perjalanan dan waktu tunggu (headway) bus di jalur Transjakarta akan lebih optimal. Tujuan akhirnya adalah mendorong lagi masyarakat untuk beralih ke angkutan umum. Ini supaya dapat menekan kemacetan," ujarnya.

Revitalisasi koridor I Blok M-Kota juga diresmikan kemarin. Revitalisasi yang dilakukan adalah penetapan ulang operator bus di koridor tersebut, dari semula PT Jakarta Express Trans (JET) menjadi Perum DAMRI. "DAMRI ditetapkan operator hingga 2019," ujar Pristono.

Operator baru ini membawa armada baru sebanyak 66 bus gandeng bikinan pabrik di Cina, Zhong Tong. Total armada bus baru itu nantinya akan berjumlah 102 unit, yang menggantikan armada lama berbahan bakar solar milik PT JET, yang telah beroperasi sejak 2004.

Terkait dengan integrasi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali berjanji menambah 1.000 unit armada baru Kopaja dan Metromini pada tahun ini. Kehadiran mereka dianggap bisa memperlancar proses integrasi yang telah berjalan. Saat ini 40 bus sedang, ke depannya 40 lagi," kata dia.

Sebelumnya, Institute for Transportation and Development Policy bekerja sama dengan KPMG Indonesia, sebuah kantor akuntan publik, pernah melakukan studi soal angkutan massal di Jakarta. Dalam hasil yang dirilis pada Maret tahun lalu, mereka menyebutkan bahwa usia angkutan tipe sedang Metromini dan Kopaja rata-rata 23 tahun.

Studi juga menemukan ruwetnya rute atau trayek bus-bus itu. Total ada 84 rute perjalanan dengan panjang total 1.325 kilometer, yang digarap lima perusahaan pengelola bus sedang, yaitu PT Metromini, Kopaja, Koantas Bima, Kopami Jaya, dan PT Jewa Dian Mitra. Rata-rata ada 59 unit bus per perusahaan yang melintas pada tiap rute.

Direktur ITDP Indonesia, Yoga Adiwinarto, mengatakan permasalahan ruwetnya rute angkutan umum ini bisa disederhanakan dengan integrasi jalur busway.

"Tujuan kajian tersebut sebenarnya ke arah melihat kelayakan sebuah angkutan umum menjadi pengumpan," katanya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »